Manila (ANTARA) - Wilayah Metro Manila diselimuti kabut asap tebal selama beberapa hari akibat kebakaran di tempat pembuangan akhir (TPA), demikian dilansir media setempat pada Minggu (12/4).
Kebakaran itu terjadi pada 10 April di Navotas City, menyebarkan asap ke beberapa kota dan sangat memengaruhi kualitas udara. Menurut media setempat, data Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) pada Sabtu (11/4) mengklasifikasikan kondisi udara sebagai "tidak sehat" hingga "sangat tidak sehat".
Pemerintah daerah Metro Manila, termasuk Quezon City, mengimbau warga untuk tetap berada di dalam ruangan, menggunakan penyaring udara, atau mengenakan masker N95, sambil memperingatkan bahwa paparan berkepanjangan menimbulkan risiko kesehatan bagi anak-anak, kaum lanjut usia, wanita hamil, dan penderita penyakit pernapasan
Menurut pernyataan dari Kantor Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Navotas City, TPA tersebut bukan milik Unit Pemerintah Daerah Navotas City, dan operasinya telah dihentikan pada Agustus 2025. Saat ini, insiden itu disebut sebagai kebakaran sampah di tumpukan limbah TPA, dan penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.
Otoritas berwenang pada Minggu mengatakan bahwa api telah berhasil dikendalikan. TPA tersebut terletak di sebuah pulau di lepas pantai Navotas City, sehingga mempersulit upaya pemadaman kebakaran. Lamanya kabut asap akan bergantung pada kondisi kebakaran dan cuaca.
Kebakaran itu terjadi pada 10 April di Navotas City, menyebarkan asap ke beberapa kota dan sangat memengaruhi kualitas udara. Menurut media setempat, data Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) pada Sabtu (11/4) mengklasifikasikan kondisi udara sebagai "tidak sehat" hingga "sangat tidak sehat".
Pemerintah daerah Metro Manila, termasuk Quezon City, mengimbau warga untuk tetap berada di dalam ruangan, menggunakan penyaring udara, atau mengenakan masker N95, sambil memperingatkan bahwa paparan berkepanjangan menimbulkan risiko kesehatan bagi anak-anak, kaum lanjut usia, wanita hamil, dan penderita penyakit pernapasan
Menurut pernyataan dari Kantor Pengurangan Risiko dan Manajemen Bencana Navotas City, TPA tersebut bukan milik Unit Pemerintah Daerah Navotas City, dan operasinya telah dihentikan pada Agustus 2025. Saat ini, insiden itu disebut sebagai kebakaran sampah di tumpukan limbah TPA, dan penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.
Otoritas berwenang pada Minggu mengatakan bahwa api telah berhasil dikendalikan. TPA tersebut terletak di sebuah pulau di lepas pantai Navotas City, sehingga mempersulit upaya pemadaman kebakaran. Lamanya kabut asap akan bergantung pada kondisi kebakaran dan cuaca.





