Kemunculan monyet liar di Kampung Pasir Jeruk, Desa Cimanggu, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, membuat resah warga. Seorang warga bernama Yusuf (45 tahun) bahkan terluka setelah diserang monyet tersebut.
Peristiwa it berawal saat korban tengah beraktivitas di sekitar lingkungan rumahnya. Tiba-tiba, dari arah belakang seekor monyet liar jenis ekor panjang menyerang dan menggigit tangannya hingga terluka parah.
"Tengah aktivitas biasa, tiba-tiba saja langsung menyerang dan menggigit. Beruntung, serangannya tidak berlangsung lama, tapi luka akibat gigitan monyet liar ini sangat parah, hingga harus mendapatkan penanganan medis dengan 15 jahitan di rumah sakit," kata Yusuf kepada wartawan, Senin (13/4).
Untuk mencegah rabies, kata Yusuf, dirinya juga mendapatkan vaksin anti-rabies di Puskesmas Cilaku. Ia mengatakan hewan tersebut juga sempat akan menyerang warga lain.
"Monyet tersebut juga sempat mencoba menyerang warga lain, termasuk seorang nenek. Namun, (korban) berhasil menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam rumahnya. Kejadian ini membuat warga mengalami trauma dan ketakutan untuk beraktivitas di luar rumah," jelasnya.
Teror 3 MingguKepala Desa Cimanggu, Rohman Budiman, mengatakan teror monyet liar ini sudah berlangsung sekitar tiga minggu. Awalnya, monyet hanya merusak atap rumah warga, namun kemudian mulai masuk ke area permukiman hingga ke lingkungan pesantren dan bersikap agresif.
"Keberadaannya terpantau dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, warga juga sempat mencoba mengusir, tapi monyet tersebut justru menyerang balik," kata Rohman.
Rohman menjelaskan, jajarannya telah berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran serta kepolisian untuk melakukan penangkapan. Upaya penangkapan sempat dilakukan dengan memancing monyet keluar, namun hewan tersebut berhasil melarikan diri.
"Hingga saat ini, petugas bersama warga masih melakukan pencarian terhadap monyet liar tersebut. Warga diimbau untuk tetap waspada dan menghindari kontak langsung apabila kembali melihat keberadaan hewan tersebut guna mencegah kejadian serupa terulang," imbuh Rohman.





