Bandung, tvOnenews.com - Seorang ibu muda asal Kabupaten Bandung, Nina Saleha (27), mendatangi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Senin (27/4/2026) dengan didampingi kuasa hukumnya.
Kedatangan Nina dilakukan untuk meminta kejelasan atas insiden bayinya yang nyaris tertukar dan hampir dibawa oleh orang lain yang diduga akibat kelalaian perawat.
Selain itu, pihaknya juga mendesak rumah sakit untuk membuka rekaman CCTV guna mengungkap motif sebenarnya di balik kejadian tersebut.
Sementara itu, pihak rumah sakit mengaku akan melakukan evaluasi atas insiden tersebut.
Dalam kedatangannya, Nina menyerahkan surat berisi sejumlah tuntutan kepada pihak rumah sakit.
Di antaranya meminta kejelasan atas kasus yang dinilai memiliki unsur pidana, menegaskan tidak adanya kesepakatan damai, mendesak pihak rumah sakit untuk membuka rekaman CCTV guna mengungkap motif kejadian dan mengidentifikasi orang yang hampir membawa bayi tersebut.
Kuasa Hukum Nina Saleha, Krisna Murti, menyatakan bahwa kliennya mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
"Apabila tidak ada itikad baik dari pihak RSHS Bandung untuk mengungkap kasus ini secara transparan, maka pihaknya akan menempuh jalur hukum karena ditemukan dugaan penculikan," kata Krisna, Senin (13/4/2026).
Selain itu, melalui kuasa hukumnya, Nina juga berencana melayangkan surat kepada Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan agar dilakukan evaluasi terhadap pelayanan rumah sakit.
Sementara itu, pihak RSHS disampaikan Bagian Hukum Kahfi membenarkan adanya pertemuan tersebut dan menyatakan akan segera melakukan evaluasi atas kejadian yang terjadi.
Pihak rumah sakit juga mengungkapkan bahwa sebelumnya telah bertemu dengan ibu bayi dan menyampaikan permohonan maaf.
Sebagai tindak lanjut, perawat yang diduga lalai telah dinonaktifkan sementara, diberikan sanksi berupa Surat Peringatan Satu (SP1) serta dipindahkan ke bagian yang tidak melayani pasien secara langsung.
Manajemen rumah sakit menilai kejadian tersebut merupakan murni kelalaian dari perawat. (cep/nsi)



