Harga Aluminium Sentuh Level Tertinggi 4 Tahun, Terseret Krisis Timur Tengah

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Harga aluminium melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun pada awal pekan ini, Senin (13/4/2026).

Harga Aluminium Sentuh Level Tertinggi 4 Tahun, Terseret Krisis Timur Tengah. (Foto: iStock)

IDXChannel - Harga aluminium melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun pada awal pekan ini, Senin (13/4/2026), didorong kekhawatiran gangguan pasokan setelah gagalnya perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Di pasar London Metal Exchange (LME), kontrak aluminium tiga bulan sempat menyentuh USD3.569 per ton, level tertinggi sejak 2021, sebelum bertahan di sekitar USD3.555 per ton atau naik 1,61 persen pada pukul 14.29 WIB.

Baca Juga:
Diversifikasi Bisnis, Prima Andalan (MCOL) Dirikan Anak Usaha Baru

Sementara itu, di Shanghai Futures Exchange (SHFE), harga aluminium menguat 0,55 persen ke 24.760 yuan per ton.

Lonjakan harga terjadi setelah militer AS mengumumkan rencana blokade terhadap jalur laut menuju pelabuhan Iran, menyusul runtuhnya negosiasi damai yang sebelumnya menopang gencatan senjata rapuh selama dua pekan terakhir.

Baca Juga:
OJK Terbitkan Aturan Baru SLIK, Permudah MBR Ajukan KPR

Kondisi ini memicu kekhawatiran baru terhadap kelancaran distribusi logam.

Analis dari ING Group menilai, dikutip Reuters, peningkatan risiko geopolitik di Timur Tengah telah memperbesar kekhawatiran terhadap pengiriman dan produksi aluminium.

Baca Juga:
Multi Hanna (MHKI) Bukukan Pendapatan Rp213 Miliar pada 2025

Selain itu, lonjakan harga energi turut menambah tekanan ke atas karena meningkatkan biaya produksi smelter di tengah pasar listrik yang masih bergejolak.

Sebelumnya, konflik di kawasan tersebut telah memaksa sejumlah smelter mengurangi produksi.

Penutupan jalur strategis Selat Hormuz juga memperburuk gangguan pasokan. Padahal, kawasan ini menyumbang sekitar 9 persen produksi aluminium global sebelum konflik memanas.

Di sisi lain, harga tembaga ikut menguat seiring penurunan stok dan membaiknya permintaan dari China. Indikator premi Yangshan, yang mencerminkan minat impor tembaga China, melonjak ke USD73 per ton, level tertinggi sejak Juni 2025.

Pergerakan logam dasar lainnya cenderung bervariasi.

Di LME, nikel naik 1,71 persen dan seng menguat tipis, sementara timah dan timbal melemah. Sementara, di SHFE, nikel mencatat kenaikan paling tinggi, sedangkan logam lain bervariasi. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Timnas Indonesia U-17 Layak Pede Hadapi Timor Leste di Piala AFF U-17 2026, tapi Harus Waspadai Kehadiran Sosok Ini
• 5 jam lalubola.com
thumb
Kronologi Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Jusuf Kalla Terseret, Rismon Dilaporkan
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Pusing Lihat Gebrakan Pinkan Mambo Setiap Hari, Arya Khan Bocorkan Karakter Tak Biasa Istri
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Arab Saudi Larang Penggunaan Visa Non-Haji untuk Berhaji
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
BSSN dan Kaspersky Makin Intim, Siap Jadi Benteng Siber RI
• 4 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.