Indonesia melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berpartisipasi dalam ajang Macao International Travel (Industry) Expo (MITE) 2026 untuk memperkuat eksistensi brand Wonderful Indonesia di pasar Asia Timur.
Partisipasi ini menjadi wujud komitmen Kemenpar dalam menggaungkan pariwisata berkelanjutan di tingkat global sekaligus langkah strategis mempromosikan wajah baru pariwisata Indonesia yang berfokus pada kualitas dan keberlanjutan.
“Partisipasi ini bertujuan memperkuat awareness terhadap pariwisata Indonesia yang kini bertransformasi menuju pariwisata berkelanjutan,” kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini, dikutip dari siaran pers Kemenpar, Senin (13/4).
Paviliun Wonderful Indonesia di MITE 2026 mencerminkan sinergi antara Kemenpar, KJRI Hong Kong merangkap Makau, serta maskapai nasional Garuda Indonesia untuk wilayah Tiongkok, Hong Kong, dan Greater China.
Berlokasi di The Venetian Macao – Cotai Expo, Hall ABC booth C36 pada 10–12 April 2026, paviliun ini menampilkan Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) serta Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR).
Selama tiga hari penyelenggaraan, paviliun memfasilitasi pertemuan Business-to-Business (B2B) melalui sistem Pre-scheduled Appointment (PSA) serta aktivitas Business-to-Consumer (B2C) guna mendorong transaksi paket wisata secara langsung.
Fokus promosi mencakup Jakarta, Bali, Bintan, Yogyakarta–Borobudur, Jawa Timur, dan Labuan Bajo, dengan penekanan pada wisata minat khusus seperti gastronomi, wellness, bahari, serta cultural immersion berbasis wastra.
Sepanjang pameran, paviliun Indonesia mencatat 109 permintaan penjajakan dari potential buyers.
Selain negosiasi bisnis, Paviliun Wonderful Indonesia juga menyediakan layanan informasi serta distribusi materi promosi guna memastikan penyampaian informasi destinasi unggulan Indonesia secara komprehensif kepada calon wisatawan.
“Melalui Paviliun Wonderful Indonesia, kami memperluas jejaring kemitraan bagi masyarakat Makau, wisatawan internasional, maupun diaspora Indonesia, sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia menghadirkan pariwisata yang berkelanjutan dan regeneratif. Kami mengundang dunia untuk melihat Indonesia melampaui sekadar keindahan alam, #GoBeyondOrdinary,” kata Ni Made Ayu.
Ia menambahkan, konektivitas menjadi faktor kunci dalam mengakselerasi kunjungan wisatawan dari pasar Asia Timur, khususnya Makau. Akses perjalanan saat ini didukung maskapai nasional maupun internasional melalui Hong Kong, termasuk Garuda Indonesia sebagai mitra strategis.
“Kemenpar berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan maskapai nasional untuk menambah frekuensi dan memperluas jaringan penerbangan langsung ke depan,” ujarnya.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kemenpar Yulia menyampaikan pasar Makau menunjukkan tren pertumbuhan positif. Peningkatan aksesibilitas penerbangan diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan tersebut.
Baca Juga: Indonesia Perkuat Branding Pariwisata Berkualitas Lewat Spiritual dan Wellness Tourism
Baca Juga: Sektor Akomodasi Jadi Pilar Penguatan Ekonomi Bali dan Pariwisata Nasional
Pada 2024 tercatat 1.573 kunjungan wisatawan dari Makau ke Indonesia, meningkat 54,48 persen menjadi 2.430 kunjungan pada 2025.
“Melalui MITE 2026 dan dukungan konektivitas yang terus diperkuat, kami optimistis tren ini akan berlanjut seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap produk wisata minat khusus seperti wellness dan bahari di Indonesia,” kata Yulia.





