BI Perkuat Intervensi Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Outflow dan Tekanan Global

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bank Indonesia (BI) memperkuat langkah intervensi di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

BI Perkuat Intervensi Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Outflow dan Tekanan Global. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) memperkuat langkah intervensi di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Hal ini dilakukan terutama di tengah tekanan global akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas (DPMA) BI Erwin Gunawan Hutapea mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan mekanisme pasar tetap berjalan secara efektif sekaligus menjaga keseimbangan permintaan dan pasokan valas di dalam negeri.

Baca Juga:
Rupiah Sore Ini Melemah Tipis ke Rp17.105 per USD usai Pengumuman Blokade AS

“Kami terus melanjutkan intervensi baik di pasar global melalui Non-Deliverable Forward (NDF) maupun di domestik melalui spot dan Surat Berharga Negara (SBN), agar pergerakan nilai tukar tetap sejalan dengan fundamental,” ujarnya dalam acara Central Banking Forum 2026, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Dia menjelaskan, tekanan terhadap pasar keuangan domestik masih dipengaruhi oleh arus keluar modal asing yang dipicu meningkatnya ketidakpastian global, terutama akibat konflik geopolitik.

Baca Juga:
Rupiah Pekan Depan Berpeluang Lewati Rp17.000 per Dolar AS

“Outflow dari pasar domestik masih terjadi sehingga menimbulkan tekanan terhadap permintaan dolar AS, khususnya untuk kebutuhan korporasi seperti pembayaran impor dan kewajiban utang,” kata Erwin.

Baca Juga:
IHSG Naik 6 Persen Sepekan saat Rupiah di Kisaran All-Time Low

Dalam kondisi tersebut, kata dia, Bank Indonesia juga memastikan kebutuhan valuta asing bagi pelaku usaha tetap terpenuhi, terutama untuk kegiatan ekonomi riil, bukan untuk aktivitas spekulatif.

Selain intervensi di pasar valas, BI juga terus menjaga kecukupan likuiditas rupiah melalui berbagai instrumen moneter, termasuk operasi pasar terbuka, repo, serta pembelian SBN di pasar sekunder.

Erwin menambahkan, upaya ini dilakukan untuk memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan dan sektor perbankan memiliki ruang yang cukup dalam menyalurkan pembiayaan.

Di sisi lain, Bank Indonesia juga terus memantau pergerakan pasar secara global dan domestik secara intensif, termasuk dinamika pasar NDF yang menjadi acuan awal pergerakan nilai tukar di pasar domestik.

Penulis: Nasywa Salsabila

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Surat Terbuka Nikita Mirzani ke Prabowo Viral, Sentil Buta Logika Usai Vonis 6 Tahun
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Pertunjukan Musik hingga Seni Meriahkan Puncak Lebaran Betawi 2026
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Warga Diminta Gunakan Masker
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Bobol Rumah di Padang Timur, Pria Pengangguran Diringkus Tim Klewang di Rusunawa Purus
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Surat Haru Siswa Sekolah Rakyat untuk Presiden Prabowo: Terima Kasih Telah Membuat Kami Tumbuh Setara
• 21 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.