Di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks dan pesatnya perubahan zaman, orang tua tentunya ingin membekali anak dengan pendidikan terbaik. Nggak cuma dari sisi akademis, tapi juga nilai hidup dan akidah yang bisa jadi pegangan mereka ke depannya.
Itulah sebabnya banyak orang tua akhirnya memilih menyekolahkan buah hati di sekolah Islam, khususnya saat memasuki jenjang sekolah dasar (SD). Harapannya, anak bisa tumbuh jadi pribadi berakhlak karena telah ditanamkan prinsip-prinsip Islam sejak dini.
Namun, memilih sekolah dasar Islam untuk anak tidak selalu mudah. Setiap orang tua pastinya punya pertimbangan tersendiri sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan, termasuk bagi para teman kumparanMOM.
Jika kamu sedang mencari sekolah dasar Islam yang tepat untuk anak, yuk kepoin pengalaman dari teman kumparanMOM di bawah ini!
Hal yang Dipertimbangkan Saat Memilih Sekolah Dasar IslamPengalaman pertama datang dari teman kumparanMOM Riska Riandita (38). Saat pertama kali memilih SD untuk buah hatinya, ia mengaku lebih memprioritaskan kualitas pendidikan agama. Menurutnya, hal itu akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter dan pola pikir anak ke depannya.
Untuk urusan kurikulum, Mom Riska justru nggak terlalu muluk-muluk. Selama kurikulumnya mengikuti ketentuan dari pemerintah, itu sudah cukup. Fokus utamanya tetap pada bagaimana nilai-nilai agama ditanamkan sejak dini.
Selain fokus pada praktik agama, faktor jarak juga jadi pertimbangan penting baginya. Sekolah yang lokasinya dekat dari rumah punya nilai plus tersendiri. Soalnya, urusan antar-jemput dilakukan bergantian dengan suami, sehingga sekolah yang mudah dijangkau tentu lebih meringankan aktivitas sehari-hari.
Nggak ketinggalan, testimoni dari para lulusan juga jadi salah satu bahan pertimbangan. Nah, Mom Riska sendiri melihat langsung dari adik iparnya yang pernah bersekolah di sana.
“Waktu itu pemilihan SDI-nya berdasarkan pengalaman adik ipar yang memang bagus hasilnya di adik ipar. Jadi saya dan suami memutuskan untuk memasukkan anak kami ke SDI itu juga,” tuturnya.
Di sisi lain, teman kumparanMOM Maya (34) justru sangat memerhatikan keseimbangan antara pendidikan akademik dan agama yang diberikan sekolah. Menurutnya, anak tetap harus berkembang dengan porsi keilmuan yang seimbang.
“Aku cari sekolah yang nggak berat sebelah, jadi anak tetap bisa berkembang di dua sisi itu,” ucap Maya.
Selain itu, Mom Maya juga memerhatikan aktivitas di lingkungan sekolah, mulai dari cara guru berinteraksi dengan murid hingga suasana belajar di sekolah. Baginya, kenyamanan sekolah adalah nomor satu. Kalau anak merasa nyaman, proses belajar pun bisa berjalan lebih maksimal dan menyenangkan.
Sementara itu, teman kumparanMOM Nurul Hikmah (27) punya fokus yang sedikit berbeda. Ia sangat concern dengan kurikulum yang digunakan dalam pembelajaran. “(Kurikulum) sangat penting karena kurikulum yang diajarkan menjadi penentu kualitas sekolah,” katanya.
Mom Nurul juga menaruh perhatian besar pada kualitas tenaga pendidik. Menurutnya, kurikulum dan fasilitas yang bagus akan terasa percuma kalau nggak didukung oleh SDM kompeten.
Dari berbagai cerita di atas, bisa dilihat kalau setiap ibu punya prioritas berbeda dalam memilih sekolah dasar Islam. Tapi satu yang jelas, nggak ada pilihan benar ataupun salah. Semua kembali pada kebutuhan dan nilai yang ingin kamu tanamkan pada anak, ya, Moms.
Temukan beragam inspirasi parenting dari ribuan ibu di seluruh Indonesia, gabung komunitas teman kumparanMOM di kum.pr/mom4





