Jakarta Kota Teraman Kedua ASEAN tapi Banyak Kasus Kriminal, Kok Bisa?

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Predikat Jakarta sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara (ASEAN) versi Global Residence Index 2026 yang dibanggakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendapat sorotan.

Pasalnya, di balik angka statistik yang membanggakan tersebut, realitas di lapangan justru menunjukkan bahwa aksi kriminalitas jalanan dan premanisme masih marak menghantui warga ibu kota.

Ahli Kriminologi dari Universitas Indonesia (UI), Josias Simon menilai, wajar jika Pemprov DKI Jakarta menjadikan hasil indeks internasional tersebut sebagai sebuah prestasi.

Baca juga: Jakarta Naik Peringkat Jadi Kota Teraman Kedua ASEAN, Toleransi Warga Jadi Kunci

Namun, ia mengingatkan adanya celah yang nyata antara indikator survei dengan kenyataan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Kalau saya sih senang-senang saja, karena kan sebetulnya bukan kali ini saja kita bicara Jakarta. Selain kota teraman, Jakarta juga Resilience City, Global City. Tapi, pada Global Residence Index itu banyak sekali indikator yang lain, tidak hanya indikator keamanan dari segi kriminalitas," ujar Josias saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Senin (13/4/2026).

Penggunaan istilah keamanan dalam indeks global seringkali mencakup aspek yang sangat luas, atau yang dikenal dengan istilah human security (keamanan manusia).

Hal-hal ini mencakup keamanan lingkungan, kesehatan, hingga ekonomi, dan bukan sekadar angka kejahatan perkotaan semata.

Termasuk, keamanan dalam hal ancaman kematian imbas peperangan yang dinilai cukup jauh dari warga Jakarta.

Karena banyaknya faktor, data tersebut perlu dikritisi ulang keabsahannya jika bicara tentang kriminalitas perkotaan yang kerap terjadi sehari-hari.

"Perlu dikritisi apa yang disampaikan oleh Pak Gubernur terkait dengan realitas yang kita lihat di media. Premanisme, tingkat kejahatan yang menurut data Polri itu kan penurunannya enggak begitu drastis, selalu ada peningkatan di wilayah PMJ (Polda Metro Jaya). Jadi perlu ada mengkritisi hasil itu," ucap Josias.

Baca juga: Pramono Kaget Jakarta Jadi Kota Teraman di ASEAN: Tunjukkan Kuatnya Keberagaman

Fenomena dark number kasus kriminal

Josias menambahkan, salah satu alasan mengapa Jakarta bisa tampak aman secara statistik tapi terasa rawan di lapangan adalah imbas dari fenomena dark number atau angka kejahatan yang tak terdata.

Menurut dia, banyak tindak kriminal berskala kecil hingga aksi premanisme yang masih marak, tetapi tidak pernah tercatat di kepolisian maupun Badan Pusat Statistik (BPS).

"Kadang-kadang atau banyak korban itu tidak mau melapor ke polisi. Lapor malah hilang banyak, bayar ini bayar itu. Dan ada masalah keamanan juga dari pelaku. Hal itu yang mempengaruhi tingkat pelaporan, jadi angkanya tidak terdata," ujar Josias.

Sebagai gantinya, tren masyarakat saat ini lebih memilih jalur memviralkan melalui media sosial.

Oleh karena itu, terjadi perbedaan atau gap antara data dan realitas, ketika data menyebutkan angka kriminalitas yang rendah, tetapi di media sosial justru berseliweran di mana-mana.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Rano Pamer Jakarta Kota Teraman Kedua Asia Tenggara, Kalahkan Bangkok dan Kuala Lumpur


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gus Ipul Bocorkan Waktu Penyelenggaraan Muktamar NU: Agustus, Jangan Terbawa Isu
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Ekspansi ke Malaysia, Feel Good Network Luncurkan Tales Asia & 3 Kepemimpinan Baru
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Pemkab Bekasi Ajak Masyarakat Lindungi Anak di Ruang Digital Melalui Implementasi PP Tunas
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Pesta Media 2026 Bahas Strategi Liputan Lingkungan agar Lebih Berdampak
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Gagal Menang Telak, Persib Tetap Kokoh di Puncak Klasemen
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.