Pemerintah Cari Pasokan Bahan Baku Plastik Baru Imbas Perang Timur Tengah

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengatakan, saat ini pemerintah tengah mencari sumber pasokan baru bahan baku plastik, di tengah krisis global yang dipicu gangguan rantai pasok akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Dia menjelaskan, selama ini Indonesia masih bergantung pada impor naphta sebagai bahan baku bijih plastik dari Timur Tengah, yang saat ini terkendala akibat dampak perang.

Baca Juga :
RI Cari Pemasok Baru Bahan Baku Plastik di Tengah Krisis Global, Mendag: Tiga Negara Sudah Diproses
Bahlil: Pemerintah Terus Berupaya Tahan Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik

"Jadi selama ini bahan baku plastik, naphta, itu kan memang kita impor dari Timur Tengah selama ini. Tapi karena imbas perang sehingga otomatis terganggu," kata Budi di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin, 13 April 2026.

Mendag Budi Santoso (Tengah)
Photo :
  • Antara.

Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, pemerintah mulai mencari alternatif pasokan dari sejumlah negara seperti India, Amerika Serikat (AS), dan kawasan Afrika. Budi menyebut, komunikasi dengan para produsen di negara-negara itu juga sudah dilakukan.

“Jadi kami sudah komunikasi dengan para produsen, memang sudah dapat, cuma mungkin jumlahnya atau perlu waktu juga karena berpindah, dan sekarang kondisi perang pengapalan juga agak lambat,” ujarnya.

Budi menambahkan, pemerintah juga mengoordinasikan perwakilan perdagangan di luar negeri untuk membantu mencari sumber pasokan alternatif dari negara lain.

Dia juga mengakui krisis bahan baku plastik saat ini bersifat global. Sejumlah negara produsen seperti Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, dan Singapura juga mengalami gangguan produksi yang sama.

Terkait sumber pasokan bahan baku plastik yang baru, Budi mengatakan, realisasi impor masih membutuhkan waktu, sehingga untuk sementara industri masih mengandalkan stok yang tersedia.

“Impor dari tiga negara tadi sudah diproses. Cuma kan perlu waktu. Jadi sekarang masih proses dengan stok yang ada,” ujar Budi.

Pemerintah berupaya mempercepat kedatangan pasokan baru guna meredam kekhawatiran pelaku usaha dan pedagang yang mulai terdampak kenaikan harga plastik. Namun, Budi belum dapat memastikan kapan harga plastik bakal kembali stabil. Sebab, kondisi ini sangat bergantung pada perkembangan situasi global serta kelancaran pasokan dari negara alternatif.

“Ini kan memang krisis global. Tapi alternatif (bahan baku plastik) dari negara lain sebagian sudah kita dapat, dan kita terus mencari negara lain yang bisa mensuplai,” ujarnya.

Baca Juga :
Harga Plastik Naik, Pramono Usul Pakai Bungkus Daun Pisang
Harga Plastik Meroket, Industri Didorong Bangun Ketahanan Hadapi Tekanan Global
Seskab Teddy Tegaskan Pemerintahan Prabowo Stabil Meski Timur Tengah Bergejolak

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Otorita IKN Tegaskan Tidak Ada Rekrutmen Pegawai, Minta Masyarakat Waspada Hoaks
• 9 jam lalumatamata.com
thumb
Ki Bedil Sempat Kerja di Pabrik Senapan Angin Sebelum Jualan Senpi Ilegal
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Tampil Dominan, Timnas U-17 Indonesia Libas Timor Leste 4-0
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Bupati Bogor Temukan Potensi Wisata Sejarah di Puncak
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dipuji 14 Menit oleh Presiden Prabowo, Bahlil Lahadalia Justru Ungkap Rahasia Hidupnya
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.