Mantan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komjen Chryshnanda Dwilaksana, berbicara tentang rencana transformasi Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) menjadi Universitas Kepolisian (Unipol). Upaya itu guna mengembangkan ilmu kepolisian dalam rangka meningkatkan kemampuan dan profesionalisme.
Hal itu disampaikan Chryshnanda dalam seminar bertajuk 'UNIPOL: Menyiapkan Personel Polri yang Presisi'. Dia menyebutkan perjuangan menjadikan STIK sebagai universitas adalah proses panjang untuk memperkuat ilmu kepolisian.
"Polisi adalah refleksi peradaban bangsa. Dalam negara yang beradab, konteks demokrasi yang dilakukan adalah supremasi hukum, perlindungan HAM, transparansi, serta akuntabilitas secara moral maupun sosial," kata Chryshnanda di Auditorium Mutiara STIK/PTIK Polri, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).
Chryshnanda mengutip pernyataan Romo Magnis Suseno bahwa masa depan bangsa bergantung pada pendidikan. Dia pun menganalogikan Lemdiklat sebagai 'Little Polri' atau 'safe house' bagi institusi kepolisian, baik secara nyata maupun gagasan.
"Lemdiklat itu little Polri. Kalau mau lihat Polri, lihat Lemdiklatnya. Lemdiklat ini safe house-nya Polri secara tangible maupun yang intangible," ucap nominator Hoegeng Awards 2023 ini.
Menurut dia, ilmu kepolisian adalah ilmu antarbidang mempelajari masalah sosial, keteraturan, hukum, keadilan, hingga kejahatan kontemporer dan transnasional. Karena itu, polisi harus menjadi penjaga kehidupan, membangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan.
Di era digital yang penuh ketidakpastian, Chryshnanda menekankan pentingnya Polri untuk satu langkah lebih maju dari perubahan. Dia mendorong pengembangan electronic policing dan forensic policing agar relevan dengan perkembangan zaman, termasuk menghadapi tantangan akal imitasi (artificial intelligence/AI).
"Kalau polisinya gitu-gitu aja, ya ora nyambung. Bagaimana kalau polisinya nggak nyambung? Ya tentu akan nggak dianggap dan dikomplain terus-menerus. Tapi di sinilah pada konteks yang demokratis kita membuka dialog peradaban," jelas jenderal bintang tiga tersebut.
(ond/jbr)





