Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, memimpin rapat kerja bersama sejumlah kementerian dan lembaga dalam rangka evaluasi pelaksanaan angkutan mudik dan arus balik Lebaran 2026, Senin, 13 April 2026. Rapat tersebut dihadiri Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, BMKG, Basarnas, Korlantas Polri, serta para operator transportasi.
Dalam pembukaan rapat, Lasarus menyampaikan apresiasi atas kinerja pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan mudik tahun ini. Ia menilai terjadi penurunan signifikan angka kecelakaan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Komisi V DPR RI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh stakeholder yang telah bekerja keras di lapangan. Penurunan angka kecelakaan menunjukkan koordinasi antarlembaga semakin membaik,” ujar Lasarus dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui youtube parlemen, Senin, 13 April 2026.
Berdasarkan data yang dipaparkan, terjadi penurunan angka kecelakaan selama periode mudik Lebaran 2026. Meski demikian, Lasarus menyoroti masih adanya perbedaan data antarinstansi, seperti antara Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri.
“Ke depan perlu ada satu data yang disepakati bersama, termasuk penentuan periode waktu pencatatan, agar evaluasi kinerja pemerintah lebih akurat,” tegasnya.
Selain itu, Komisi V DPR RI juga menyoroti sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian ke depan, di antaranya peningkatan keselamatan transportasi, pemeriksaan sarana dan prasarana, serta penguatan kampanye budaya tertib berlalu lintas.
Lasarus juga menyinggung persoalan kemacetan di sejumlah titik, khususnya di Pelabuhan Gilimanuk yang dinilai masih menjadi titik rawan. Ia meminta pemerintah segera menyiapkan solusi komprehensif agar permasalahan tersebut tidak terulang pada periode mudik berikutnya.
“Kita tidak ingin kemacetan di Gilimanuk terus berulang. Harus ada solusi menyeluruh, termasuk penambahan kapasitas dan pengaturan arus penyeberangan,”lanjutnya.
Di sisi lain, Komisi V mengapresiasi penanganan arus mudik di lintasan Merak–Bakauheni yang dinilai lebih baik tahun ini. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi acuan dalam mengurai kepadatan di titik lain.
Lasarus menambahkan, peningkatan integrasi moda transportasi, penerapan standar pelayanan minimal jalan tol, serta penguatan sistem peringatan dini juga menjadi hal penting untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik ke depan.
“Potensi kemacetan sebenarnya bisa dipetakan sejak awal. Dengan perencanaan yang matang, kita bisa mengantisipasi sebelum masalah terjadi,”tuturnya.
Rapat kerja ini selanjutnya memberikan kesempatan kepada kementerian dan lembaga terkait untuk memaparkan evaluasi serta kendala yang dihadapi selama pelaksanaan mudik Lebaran 2026, sekaligus merumuskan langkah perbaikan ke depan.
Editor: Redaktur TVRINews





