jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya mengungkap canda terkait merger Partai NasDem dengan Gerindra ketika memimpin rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4).
Willy selain menjabat pimpinan Komisi XIII juga berstatus sebagai Ketua DPP NasDem Bidang Ideologi, Organisasi dan Kaderisasi.
BACA JUGA: Gerindra dan Nasdem Bakal Melebur Jadi Satu, Saan Kaget
Sementara itu, rapat yang dipimpin Willy ialah RDP antara Komisi XIII dengan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi.
RDP yang dilaksanakan pukul sekitar pukul 10.00 WIB itu membahas peta jalan pembinaan ideologi Pancasila dan perkembangan RUU BPIP.
BACA JUGA: Ketum Nasdem Surya Paloh Usulkan PT 7 Persen, Begini Sikap Partai di DPR dan Nonparlemen, Simak
Mulanya, RDP diawali dengan Willy mempersilakan Yudian memaparkan rencana kerja terkait pembinaan ideologi Pancasila dan perkembangan RUU BPIP.
Yudian menyelesaikan paparan. Willy kembali mengambil alih rapat, lalu mempersilakan anggota DPR dari berbagai fraksi berbicara.
BACA JUGA: Azis Gerindra: Ekonomi Indonesia Tumbuh dalam Angka, Belum dalam Rasa
Dia kemudian mempersilakan anggota Komisi XIII DPR RI dari fraksi PKB berbicara, lalu dilanjutkan ke partai PKS dan Golkar.
Willy kemudian hendak mempersilakan anggota Komisi XIII lain berbicara, tetapi bimbang memberikan giliran antara fraksi Gerindra dan NasDem.
Kebimbangan menentukan giliran berbicara membuat Willy bercanda isu merger Gerindra-NasDem ke kedua politikus tersebut.
"Lanjut ke Gerindra atau NasDem dahulu, atau mau merger NasDem dengan Gerindra," ujar dia saat memimpin rapat, Senin.
Willy mengaku bimbang menentukan giliran karena posisi duduk dua anggota Komisi XIII dari NasDem dan Gerindra yang bersebelahan.
"Ya, karena duduknya sudah sebelahan, ah. Ya kursi kosong itu bridging, Pak," ujarnya.
Seorang legislator Komisi XIII dari Gerindra kemudian menerima giliran berbicara dalam rapat dengan menyoroti program kerja BPIP.
Selesai itu, Willy mempersilakan anggota Komisi XIII DPR RI dari fraksi NasDem untuk berbicara sembari mengungkit posisi kantor partainya dan rumah Ketum Gerindra Prabowo.
"Lanjut sebelahnya, sahut menyahut dari Gondangdia ke Brawijaya. Eh, dari Gondangdia ke Kertanegara," kata dia. (ast/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan




