IHSG Berbalik Menguat ke Zona Hijau, Sempat Ambruk Pagi Hari di Tengah Tekanan Global

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali menunjukkan ketahanan di tengah tekanan global. Setelah sempat ambruk pada perdagangan pagi, IHSG berhasil bangkit dan menutup sesi Senin (13/4/2026) di zona hijau.

IHSG ditutup menguat 0,56% atau naik 41,69 poin ke level 7.500,19. Pergerakan ini menjadi sorotan pelaku pasar, mengingat indeks harga saham gabungan sempat mengalami tekanan cukup dalam di awal perdagangan akibat sentimen eksternal.

Secara keseluruhan, sebanyak 397 saham tercatat menguat, sementara 264 saham melemah dan 156 saham stagnan. Aktivitas perdagangan juga terbilang tinggi, dengan nilai transaksi mencapai Rp20,44 triliun dari total volume 42,51 miliar saham dalam 2,56 juta transaksi.

Kapitalisasi pasar indeks harga saham gabungan pun ikut terdongkrak hingga menyentuh Rp13.364 triliun.

IHSG Ditopang Saham Konglomerat

Penguatan indeks harga saham gabungan tidak lepas dari peran saham-saham konglomerasi yang menjadi motor utama kenaikan. Emiten milik Prajogo Pangestu tercatat mendominasi kontribusi terhadap penguatan IHSG hari ini.

Tiga saham utama yang memberikan dorongan terbesar antara lain:

  • BRPT menyumbang 15,47 poin indeks

  • BREN menyumbang 10,14 poin indeks

  • TPIA menyumbang 8,27 poin indeks

Selain itu, dua emiten lain dalam grup yang sama, yakni CUAN dan PTRO, juga masuk dalam daftar 10 besar penggerak indeks harga saham gabungan.

Tidak hanya itu, saham-saham dari grup besar lainnya turut menopang pergerakan IHSG, di antaranya IMPC, DSSA dari Grup Sinar Mas, serta tiga emiten Grup Bakrie yaitu ENRG, BRMS, dan VKTR.

Dominasi saham-saham ini menunjukkan bahwa indeks harga saham gabungan masih sangat dipengaruhi oleh pergerakan emiten berkapitalisasi besar.

Sektor Infrastruktur dan Bahan Baku Memimpin

Dari sisi sektoral, mayoritas sektor dalam indeks harga saham gabungan mencatatkan penguatan. Sektor infrastruktur dan barang baku menjadi pendorong utama kenaikan indeks.

Sebaliknya, sektor teknologi dan finansial justru mengalami tekanan dan menjadi penahan laju penguatan IHSG pada perdagangan hari ini.

Kondisi ini mencerminkan adanya rotasi sektor di dalam pasar, di mana investor cenderung mengalihkan dana ke sektor-sektor yang dianggap lebih tahan terhadap tekanan global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Timnas Voli Indonesia Masuk Grup Neraka AVC Men’s Cup 2026: Lawan Qatar hingga Korea Selatan, Ini Kata PBVSI
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
TERPOPULER: Sherina Tuai Simpati Usai Isu Selingkuh Baskara Mahendra, Aldi Taher Pusing Diserbu 10 Ribu Chat
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Spurs Resmi Masuk Zona Degradasi! Debut De Zerbi Berakhir Kelabu, Romero Cedera Kepala Sambil Menangis
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
9 Purnawirawan TNI Gugat Polda Metro di Kasus Ijazah Jokowi, Minta Penyidikan Diperbaiki
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Timnas Futsal Indonesia Gagal Pertahankan Gelar ASEAN 2026
• 15 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.