REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Aktivitas transaksi masyarakat selama Ramadhan 1447 Hijriah meningkat. Bank Mega Syariah (BMS) mencatat nilai transaksi digital mencapai lebih dari Rp243 miliar dengan lebih dari 230 ribu transaksi sepanjang bulan puasa.
Lonjakan ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat dalam bertransaksi, mulai dari belanja kebutuhan harian, pembayaran, hingga berbagi kepada sesama. Kemudahan layanan digital membuat transaksi bisa dilakukan lebih cepat dan praktis.
Baca Juga
OJK Dorong Inovasi Perbankan Syariah untuk Meningkatkan Inklusi Keuangan
Jatuh Bangun Perjalanan BCA Syariah: Dari Aset Rp 607 Miliar, Kini Hampir Rp 20 Triliun
Fitur yang paling banyak digunakan masyarakat antara lain transfer, pembayaran QRIS, serta isi ulang dompet digital. Penggunaan QRIS bahkan menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan jumlah transaksi meningkat lebih dari 65 persen dan volume naik lebih dari 58 persen dibandingkan Ramadhan tahun lalu.
Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, mengatakan, Ramadhan menjadi momentum penting bagi peningkatan aktivitas transaksi.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Selama Ramadhan, kebutuhan transaksi meningkat dan masyarakat semakin mengandalkan layanan digital untuk kemudahan dan kecepatan,” ujarnya dalam keterangan, Senin (13/4/2026).
Di tengah peningkatan transaksi, minat masyarakat untuk menabung juga ikut tumbuh. Hingga 21 Maret 2026, tercatat sekitar 5.600 rekening baru dengan total dana pihak ketiga (DPK) mencapai lebih dari Rp709 miliar.
Pertumbuhan tersebut, lanjutnya, didorong oleh kemudahan pembukaan rekening secara daring serta pendekatan berbasis komunitas yang dilakukan di berbagai daerah. Melalui kegiatan kajian dan interaksi langsung, masyarakat semakin mengenal layanan keuangan syariah dalam kehidupan sehari-hari.