JAKARTA, KOMPAS - Pemerintah akan memasukkan lebih dari 18 juta keluarga penerima manfaat bantuan sosial Program Keluarga Harapan atau PKH menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih. Program ini bertujuan meningkatkan pemberdayaan masyarakat agar keluar dari jerat kemiskinan melalui akses modal usaha dan pendapatan berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar mengatakan, Koperasi Desa Merah Putih difokuskan sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat. Koperasi tidak hanya berfungsi sebagai penyalur barang kebutuhan pokok dan subsidi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi desa.
"Pemberdayaan masyarakat menjadi misi agar kapasitas ekonomi dan kapasitas produksi masyarakat betul-betul tumbuh memenuhi kebutuhan pasar kita dalam negeri," kata Muhaimin saat usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koperasi, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Muhaimin menegaskan, target penghapusan kemiskinan ekstrem menjadi 0 persen pada tahun 2026 dan menurunkan angka kemiskinan nasional hingga di bawah 5 persen pada tahun 2029 harus tercapai. Strategi utamanya meliputi pengendalian inflasi, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, penguatan koperasi, pemanfaatan satu data, dan kolaborasi program perlindungan sosial.
Dalam arah kebijakan yang lebih luas, dia menekankan bahwa koperasi harus menjadi kekuatan utama dalam membangun kemandirian ekonomi nasional. Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi kekuatan menggerakkan ekonomi, mendukung kemandirian pangan dan energi, sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Dengan target pembentukan sekitar 80.000 koperasi, program ini berpotensi membuka lapangan kerja bagi hampir 1,4 juta orang.
Selain itu, koperasi didorong untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis desa yang mampu menembus pasar yang lebih luas, dari tingkat lokal hingga nasional. Gerai-gerai koperasi diharapkan menjadi ruang berkembangnya produk lokal dan ekonomi kreatif. Penguatan kelembagaan juga menjadi fokus agar koperasi mampu bersaing di pasar modern.
"Kelembagaan koperasi dimanapun harus siap bersaing di tengah pasar yang menantang dan sangat menjanjikan," ucapnya.
Saat ini terdapat 18 juta keluarga penerima PKH dan 10 juta penerima manfaat Program Sembako. Bila digabungkan, terdapat sekitar 20 juta KPM, karena sebagian menerima kedua program tersebut secara bersamaan.
Jumlah ini menjadi potensi besar untuk digerakkan bergabung dalam Koperasi Desa Merah Putih. Selain sebagai anggota, warga penerima bansos yang sudah mandiri berusaha bisa menyuplai produk mereka ke Koperasi Desa Merah Putih.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menjelaskan, para penerima bantuan sosial PKH yang akan menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih tidak akan hanya menjadi konsumen, tetapi juga pemilik dan penerima manfaat ekonomi.
"Hasil pendapatan keuntungan yang didapat dari Koperasi Desa Merah Putih nanti akan kembali kepada si penerima manfaat itu berupa sisa hasil usaha (SHU)," kata Ferry.
Selain mendapatkan SHU, pemerintah juga berencana mempekerjakan para penerima PKH ke Koperasi Desa Merah Putih. Setiap koperasi diproyeksikan menyerap sekitar 15–18 tenaga kerja dari kalangan penerima manfaat.
Dengan target pembentukan sekitar 80.000 koperasi, program ini berpotensi membuka lapangan kerja bagi hampir 1,4 juta orang. Ferry menekankan ini bisa berdampak langsungnya terhadap upaya pengentasan kemiskinan.
"Kita akan bisa menyerap hampir 1,4 juta orang sehingga diharapkan nanti mereka juga bisa keluar dari kategori miskin," ucapnya.
Ferry mengungkapkan, jumlah Koperasi Desa Merah Putih mencapai 34.608 titik yang saat ini masih dalam tahap pembangunan. Sementara itu, sekitar 4.741 lokasi telah rampung sepenuhnya. Untuk lokasi yang sudah selesai tersebut, kini sedang dilengkapi secara bertahap, termasuk penyediaan fasilitas pendukung dan sarana transportasi yang masih dalam proses pengisian.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menekankan bahwa langkah ini sebagai bagian dari proses pemberdayaan masyarakat agar keluarga penerima manfaat bisa graduasi lalu mandiri.
"Jadi ini adalah satu hal yang berkelanjutan, bansos diberdayakan naik kelas dan salah satu yang bisa dijadikan tempat terukur adalah Koperasi Desa dan Koperasi Kelurahan Merah Putih," kata Saifullah.





