AMBON, KOMPAS.TV - Keterbatasan ruang gerak di balik jeruji besi tidak menyurutkan kreativitas warga binaan di Ambon, Maluku. Melalui berbagai program pembinaan, mereka tetap mampu berkarya dan menghasilkan produk bernilai ekonomi yang kini dipamerkan kepada masyarakat.
Sejumlah hasil karya warga binaan dipamerkan dalam sebuah bazar yang digelar di halaman Lapas Kelas IIA Ambon. Beragam produk ditampilkan, mulai dari miniatur kapal pinisi, pahatan bunga berbahan kayu, hingga aneka jajanan hasil olahan tangan para warga binaan.
Tak sedikit pengunjung yang terkejut mengetahui bahwa seluruh produk tersebut merupakan hasil karya warga binaan. Kreativitas dan kualitas produk yang dihasilkan dinilai mampu bersaing dengan produk kerajinan pada umumnya.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kantor Wilayah Maluku sebagai wadah bagi warga binaan untuk menunjukkan keterampilan yang telah mereka pelajari selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menyampaikan bahwa pembinaan keterampilan menjadi bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Selain untuk mengisi waktu selama menjalani hukuman, keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan saat kembali ke masyarakat.
Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya diberi kesempatan untuk berkarya, tetapi juga didorong untuk lebih percaya diri dalam menghadapi kehidupan setelah bebas nanti.
Program pembinaan yang berfokus pada keterampilan ini diharapkan mampu membantu warga binaan menjadi pribadi yang mandiri, serta mengurangi kemungkinan mereka kembali terjerat kasus hukum di masa mendatang.
Penulis : KompasTV-Makassar
Sumber : Kompas TV
- lapas
- rutan
- pengrajin
- kerajinan tangan napi





