Perempuan memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional dengan berkontribusi sekitar 60,5 persen terhadap PDB. Para UMKM perempuan bahkan turut andil dalam menyerap hampir 97 persen tenaga kerja di Tanah Air.
Kendati demikian, percepatan digitalisasi saat ini menuntut peningkatan kapabilitas bagi UMKM perempuan, khususnya dalam pemanfaatan teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI), agar bisnis dapat terus relevan dan kompetitif.
Hal inilah yang mendorong PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggelar Kartini in Technology pada pekan lalu. Pelatihan yang digelar secara hybrid ini diikuti oleh 260 perempuan pelaku UMKM dari berbagai daerah di Indonesia
Bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam memanfaatkan teknologi AI guna mendukung pengembangan bisnis, program ini mencakup pembuatan konten pemasaran hingga penguatan strategi komunikasi digital secara efektif dan efisien.
SGM Social Responsibility Telkom Indonesia, Hery Susanto, menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan melalui teknologi menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekosistem digital yang inklusif.
Menurutnya, momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perempuan tidak hanya berperan sebagai pengguna, tetapi juga kreator yang mampu menghasilkan nilai tambah melalui teknologi.
“Telkom Indonesia berkomitmen membuka akses dan peluang yang setara dalam pemanfaatan teknologi, khususnya bagi perempuan pelaku UMKM. Dengan semangat Bersama Jadi Bisa, kami percaya perempuan Indonesia mampu menguasai AI untuk meningkatkan daya saing bisnisnya,” ujar Hery.
Pelatihan Pengembangan Bisnis
Dalam pelatihan ini, Telkom menghadirkan pembekalan keterampilan praktis yang mencakup penyusunan copywriting yang kuat untuk pemasaran, pembuatan visual produk yang menarik, hingga produksi video promosi berbasis AI.
Pendekatan ini diharapkan mampu membantu pelaku UMKM mengatasi tantangan dalam membangun branding serta memperluas jangkauan pasar bisnisnya secara lebih optimal.
Hery menjelaskan lebih dari sekadar pelatihan, program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Telkom dalam memperkuat ekosistem digital nasional. Dengan mendorong adopsi teknologi di kalangan perempuan pelaku UMKM, lanjutnya, Telkom turut membuka peluang ekonomi yang lebih luas sekaligus mempercepat transformasi digital yang merata.
Sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-5 tentang kesetaraan gender dan tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomi, Telkom terus berupaya menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan. Telkom meyakini bahwa pemberdayaan perempuan melalui teknologi akan menjadi pondasi penting dalam membangun ekonomi Indonesia yang lebih tangguh dan inklusif.
Program Kartini in Technology juga merupakan bagian dari komitmen Telkom dalam menghadirkan literasi digital yang inklusif melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Bisa PandAI.
"Melalui program ini, Telkom mendorong masyarakat untuk tidak hanya melek digital, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk peningkatan ekonomi,” imbuh Hery.





