Terkini, Makassar — Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Alauddin Makassar menggelar workshop bertajuk Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Aula Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD), Senin (13/4).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WITA ini diikuti oleh tenaga kependidikan (tendik), petugas keamanan (satpam), serta cleaning service di lingkungan Program Studi Pendidikan Dokter dan Profesi Dokter.
Workshop ini bertujuan meningkatkan kemampuan dasar peserta dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan medis.
Ketua panitia, Dr. dr. Syatirah, Sp.A, menyebut pelatihan ini sebagai langkah strategis dalam membangun kesiapan seluruh elemen kampus menghadapi situasi darurat.
“Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dilatih secara langsung agar mampu merespons kondisi kritis seperti henti napas dan henti jantung secara cepat dan tepat,” ujarnya.
Materi disampaikan oleh dr. Andi Tihardimanto, MARS, Sp.JP, yang memberikan pemaparan sekaligus bimbingan teknis terkait prosedur Bantuan Hidup Dasar sesuai standar medis.
Dalam sambutannya, Dekan FKIK yang diwakili oleh dr. Abdul Rahman, M.Kes., Sp.B(K) menegaskan pentingnya pelatihan ini untuk menciptakan lingkungan kampus yang tanggap terhadap kondisi darurat.
“Kegiatan ini sangat penting agar seluruh unsur pendukung fakultas memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat yang dapat terjadi kapan saja,” katanya.
Workshop ini mencakup pengenalan prinsip dasar Bantuan Hidup Dasar, teknik pemeriksaan awal korban, hingga praktik langsung Resusitasi Jantung Paru (RJP).
Peserta juga mengikuti simulasi guna memperkuat pemahaman serta keterampilan dalam memberikan pertolongan secara sistematis.
Melalui kegiatan ini, FKIK berharap seluruh peserta mampu menjadi garda terdepan dalam penanganan awal kegawatdaruratan di lingkungan kampus, sehingga tercipta suasana yang lebih aman, sigap, dan responsif.



