Angka kriminalitas yang melibatkan warga negara asing (WNA) pada periode Januari-April 2026 tercatat turun dibanding tahun lalu.
IDXChannel - Sekretaris Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Perry Markus memastikan Bali tetap aman dan kondusif bagi wisatawan.
Data menunjukkan bahwa angka kriminalitas yang melibatkan warga negara asing (WNA) pada periode Januari-April 2026 tercatat turun dibanding tahun lalu.
“Jadi Bali tetap aman, kondusif bagi wisatawan. Nah, kami melihat kalau dari sudut pandang PHRI melihat, memang dari sisi kriminalitas, NPNA turun, gitu. Tapi viralnya itu, kejadian-kejadian viralnya itu yang membuat skalanya jadi lebih ini, lebih rame,” kata Markus kepada IDX Channel, Senin (13/4/2026).
Dari sisi kunjungan, wisatawan Korea Selatan ke Bali juga terpantau stabil. Per Januari–Februari 2026, Korea masih menempati posisi keempat dengan kontribusi 5,14 persen dari total wisatawan mancanegara—konsisten dengan angka sepanjang 2025 sebesar 5,01 persen
Angka tersebut didahului dengan wisatawan Australia pada 23,46 persen , India 8,21 persen, dan China 7,76 persen.
Data bulan Maret hingga April masih berjalan tetapi dipastikan bahwa Australia tetap nomor satu, diikuti dengan China, India, dan Korea, menurut Markus.
Markus turut meluruskan bahwa dokumen yang dikeluarkan pemerintah Korea Selatan adalah travel advisory, himbauan resmi yang lazim dikeluarkan setiap negara, bukan travel warning yang bersifat larangan bepergian.
Sebagai wujud komitmen keamanan, Kepolisian Daerah Bali bersama dengan PHRI kini mengoperasikan aplikasi “Cakrawasi” yaitu sistem pemantauan pergerakan WNA yang mewajibkan hotel melaporkan data paspor tamu asing saat check-in. Sistem ini telah mencatat sekitar 3.000 laporan harian dan terus diperluas ke villa-villa kecil.
“Ruang geraknya sudah mulai dipersempit. Itu salah satu upaya. Dan itu, Polda Bali, bekerja dengan kita, bekerja sama untuk di hotel-hotel. Kita sudah lakukan pelatihan ke front office-nya, ke security hotel-nya. Sekarang mulai merambah ke hotel-hotel yang kecil-kecil, yang villa-villa dan lain sebagainya,” kata Markus.
Markus menyatakan bahwa PHRI sendiri optimis bahwa langkah-langkah konkret ini akan semakin memperkuat kepercayaan wisatawan.
Sebelumnya, Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia menerbitkan imbauan setelah muncul kasus kejahatan serius yang menargetkan warga negara asing di sejumlah destinasi wisata di Bali.
Beberapa lokasi populer yang disoroti di antaranya Jimbaran, Seminyak, hingga Canggu. Dalam peringatannya, pemerintah Korea Selatan meminta warganya untuk meningkatkan kewaspadaan selama berkunjung ke Bali.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengatakan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia sebagai leading sector dalam hubungan diplomatik.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan Kemlu. Pendekatan diplomatik juga terus dilakukan, karena memang Kemlu yang menjadi leading sector untuk hubungan dengan luar negeri,” ujar Ni Luh.
Ni Luh menjelaskan, meski adanya travel warning, data kunjungan wisatawan asal Korea Selatan ke Indonesia khususnya Bali masih menunjukkan tren positif.
(Eugenia Siregar)





