jpnn.com - SERANG -- Mathla'ul Anwar (MA) memasuki babak baru kepemimpinan. Melalui proses pemilihan yang demokratis dalam Muktamar MA XXI di Kota Serang, Banten, Dr. K.H. Jazuli Juwaini resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) MA periode 2026–2031.
Jazuli didampingi oleh K.H. Embay Mulya Syarif yang ditetapkan sebagai Ketua Majelis Amanah PB MA.
Jazuli Juwaini membawa visi transformasi “MA Naik Level: Bangkit, Berdaya, dan Berpengaruh.”
BACA JUGA: Harlah Ke-113 Mathlaâul Anwar, Jazuli: Momentum Penguatan Peran Strategis
Visi ini menjadi arah baru untuk membawa Mathla’ul Anwar tidak hanya kuat secara historis, tetapi juga relevan, strategis, dan berpengaruh di tingkat nasional maupun global.
Jazuli dalam sambutannya seusai dikukuhkan, mengatakan bahwa MA harus menjadi rumah pengabdian, bukan alat kepentingan.
BACA JUGA: Jazuli Juwaini: Dai Mathlaâul Anwar Siap Terjun ke Pelosok Negeri, Menjaga & Memajukan NKRI
“Mathla’ul Anwar harus kami besarkan bersama. Jangan mencari hidup dari MA, tetapi mari hidup untuk MA. Jauhkan kepentingan pribadi, kukuhkan pengabdian untuk memajukan pendidikan, dakwah, dan sosial,” kata Jazuli.
Menurut dia, transformasi organisasi hanya dapat berjalan jika ditopang soliditas internal. Persatuan dan kekompakan seluruh elemen Mathla’ul Anwar menjadi fondasi utama mewujudkan lompatan besar organisasi ke depan.
BACA JUGA: Imam Jazuli Anggap Kiai Kafabihi Mahrus Pantas Memimpin NU
Sebagai bagian dari agenda besar kepemimpinannya, Jazuli Juwaini menegaskan sejumlah fokus transformasi.
Pertama, penguatan peran yang nasional dan global. Mathla’ul Anwar diarahkan menjadi kekuatan nasional, sekaligus mitra strategis negara yang mampu memengaruhi kebijakan publik serta aktif dalam jejaring internasional melalui diplomasi organisasi dan kemitraan lintas negara.
Kedua, transformasi lembaga pendidikan. MA akan didorong menjadi lebih unggul, modern, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.
"Serta terintegrasi dengan sistem pendidikan nasional dan global guna mencetak generasi berdaya saing tinggi," ungkapnya.
Ketiga, soal akselerasi kaderisasi dan kepemimpinan. Menurut Jazuli, kader MA diharapkan mampumenempati posisi strategis di berbagai sektor, termasuk pemerintahan, politik, dan dunia profesional, sehingga kontribusi organisasi semakin luas dan nyata.
Lalu, keempat ialah penguatan dakwah.
"Dakwah ahlu sunnah wal jamaah akan dikembangkan secara lebih adaptif dan kontekstual dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan digital, guna menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif," paparnya.
Kelima, ekspansi peran sosial. Menurut Jazuli, Mathla’ul Anwar akan memperluas jangkauan pelayanan sosial melalui program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat baik di sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan, untuk memperkuat eksistensi organisasi sebagai kekuatan sosial umat.
Keenam, kolaborasi dan ekosistem kemitraan. Menurut dia, penguatan kerja sama dengan perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah, dan lembaga nasional internasional menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas kontribusi organisasi.
Ketujuh, penguatan Islam moderat dan diplomasi global. Jazuli mengatakan bahwa dengan mengedepankan nilai-nilai Islam wasathiyah, Mathla’ul Anwar diharapkan tampil sebagai kekuatan moderat yang membawa pesan damai, inklusif, dan berkemajuan di tingkat global.
Dia optimistis bahwa dengan semangat kolektif dan kerja bersama, Mathla’ul Anwar mampu melampaui peran historisnya dan menjadi organisasi yang unggul dalam kontribusi, luas dalam jejaring, serta besar dalam pengaruh.
“MA Naik Level adalah gerakan bersama. Ini bukan sekadar slogan, tetapi panggilan untuk bersatu, bertransformasi, dan menghadirkan manfaat MA yang lebih besar bagi umat dan bangsa,” kata Jazuli. (boy/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi




