Cara Ampuh Bek PSM Dusan Lagator Kontraknya Diperpanjang: Matikan Mariano Peralta dan Kalahkan Borneo!

harianfajar
2 hari lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — tengah tekanan musim yang kian menajam, PSM Makassar seolah menemukan kembali denyut hidupnya dari arah yang tak terduga. Bukan dari lini depan yang gemerlap, bukan pula dari nama-nama yang sejak awal dielu-elukan, melainkan dari seorang bek yang perlahan menulis ulang takdirnya sendiri: Dusan Lagator.

Menjelang pekan ke-28 BRI Super League musim 2025/2026, atmosfer di ruang ganti PSM terasa berbeda. Laga melawan Borneo FC Samarinda di Stadion BJ Habibie bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah ujian tentang daya tahan, tentang karakter, dan tentang siapa yang layak bertahan dalam kerasnya kompetisi.

PSM tidak datang dengan posisi nyaman. Bayang-bayang zona degradasi masih menggantung, memaksa setiap pemain untuk tampil bukan hanya dengan kemampuan, tetapi juga dengan keberanian. Dalam situasi seperti inilah sosok seperti Lagator menemukan relevansinya.

Beberapa pekan sebelumnya, di Stadion Sultan Agung, ia menjalani salah satu malam paling menentukan dalam kariernya bersama PSM. Menghadapi PSIM Yogyakarta, pelatih Bernardo Tavares membuat keputusan yang di atas kertas terbilang berani—bahkan spekulatif. Lagator, yang selama ini dikenal sebagai bek tengah, digeser ke sisi kanan pertahanan.

Bagi banyak pemain, perubahan posisi adalah ujian yang sering kali berujung pada kompromi performa. Namun bagi Lagator, itu justru menjadi panggung.

Sejak menit awal, ia tampil dengan ketenangan yang jarang dimiliki pemain yang sedang beradaptasi. Setiap pergerakan lawan seolah telah ia petakan sebelumnya. Tujuh intersepsi yang ia catatkan bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari kecerdasan membaca permainan. Ia tidak menunggu bahaya datang—ia memutusnya sebelum sempat berkembang.

Satu sapuan krusial dan dua ball recovery semakin mempertegas perannya sebagai penjaga keseimbangan tim. Bahkan kartu kuning yang ia terima terasa seperti bagian dari narasi besar: tentang komitmen, tentang keberanian mengambil risiko demi menjaga struktur.

Namun, sepak bola modern tidak lagi memberi ruang bagi bek yang hanya bertahan. Dan di sinilah dimensi lain Lagator mulai berbicara.

Dengan 22 umpan sukses dan keberanian naik membantu serangan, ia menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar “tembok”, tetapi juga jembatan. Ia menghubungkan lini belakang dengan fase ofensif, memberikan opsi tambahan yang kerap menjadi pembeda dalam pertandingan ketat.

Puncak dari segalanya datang di saat yang hampir tak tersisa.

Ketika laga tampak akan berakhir imbang, ketika energi pemain mulai menurun dan fokus mulai tergerus, Lagator justru muncul sebagai penentu. Menyambut sepak pojok dari Victor Luiz, ia melompat di antara kerumunan dan melepaskan sundulan yang tak mampu dihentikan kiper lawan.

Gol di menit 90+8 itu bukan hanya memastikan kemenangan 2-1, tetapi juga menjadi simbol. Simbol bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya tidak sia-sia. Simbol bahwa kerja dalam diam pada akhirnya menemukan momentumnya.

Penghargaan man of the match yang ia terima terasa seperti konsekuensi logis. Namun dampaknya jauh melampaui satu pertandingan. Ia mengubah cara pandang—baik dari manajemen maupun publik—tentang siapa dirinya sebenarnya.

Selama ini, lini belakang PSM identik dengan duet Yuran Fernandes dan Aloisio Neto. Keduanya adalah fondasi kokoh yang telah teruji, baik dalam duel udara maupun dalam situasi bola mati. Namun kehadiran Lagator menghadirkan sesuatu yang berbeda: fleksibilitas.

Ia bukan hanya pelapis. Ia adalah alternatif—bahkan solusi.

Kemampuannya bermain di lebih dari satu posisi memberikan dimensi baru dalam pendekatan taktik PSM. Dalam kompetisi panjang, di mana cedera dan akumulasi kartu menjadi keniscayaan, pemain seperti Lagator adalah aset yang tak ternilai. Ia memungkinkan tim untuk beradaptasi tanpa kehilangan kualitas.

Lebih jauh lagi, ia adalah cerminan dari filosofi yang coba dibangun Tavares: disiplin, efisiensi, dan kecerdasan membaca momentum.

Di sisi lain, calon lawan PSM, Borneo FC, datang dengan kepercayaan diri tinggi. Kemenangan telak 5-1 atas PSBS Biak di Stadion Segiri menjadi bukti bahwa mereka bukan sekadar tim papan atas—mereka adalah ancaman nyata.

Nama Mariano Peralta menjadi sorotan setelah mencetak dua gol dalam laga tersebut. Didukung kontribusi Juan Villa, Marcos Astina, dan Komang Teguh, Borneo menunjukkan kedalaman skuad yang solid serta efektivitas dalam memanfaatkan peluang.

Dominasi mereka bukan hanya terlihat dari skor, tetapi juga dari cara mereka mengontrol permainan. Serangan yang terstruktur, transisi cepat, serta ketajaman di depan gawang menjadikan mereka lawan yang sulit ditaklukkan.

Dalam konteks inilah, peran Lagator menjadi semakin krusial.

Ia bukan hanya dituntut untuk mengulang performa gemilangnya, tetapi juga menjadi kunci dalam meredam agresivitas Borneo FC. Kemampuannya membaca permainan akan diuji, begitu pula dengan keberaniannya dalam mengambil keputusan di momen-momen krusial.

Namun sepak bola, pada akhirnya, bukan hanya tentang statistik atau taktik. Ia adalah tentang momentum, tentang kepercayaan, dan tentang siapa yang mampu menjawab tantangan ketika kesempatan itu datang.

Bagi PSM, mempertahankan Lagator bukan lagi sekadar opsi—melainkan kebutuhan. Ia telah menjelma menjadi bagian dari identitas yang sedang dibangun. Bersama pemain seperti Yuran Fernandes dan Victor Luiz, ia membentuk fondasi yang memberi harapan akan stabilitas di tengah ketidakpastian.

Dan mungkin, di tengah riuh rendah stadion di Parepare nanti, kisah tentang seorang bek yang pernah diragukan itu akan kembali menemukan bab berikutnya.

Sebuah bab yang tidak lagi berbicara tentang pembuktian—melainkan tentang keberlanjutan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Selamat dari Tembakan OPM di Papua, Pratu Noveri Bangga Jadi TNI | Brigade Podcast
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Laba BTN Tembus Rp1,1 Triliun Pada Kuartal I 2026, Penyaluran KPR Capai 6 juta Unit
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
AS Cegat 8 Kapal Tanker Minyak Iran Sejak Blokade Dimulai
• 6 jam laludetik.com
thumb
BPA Serahkan Aset Rampasan Kasus Korupsi ke Jampidsus untuk Operasional
• 23 jam laludetik.com
thumb
Ekonomi Indonesia Dinilai Stabil, Investor Global Tunjukkan Minat Kuat
• 2 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.