Memasuki Musim Kemarau, BMKG Wanti-Wanti Kebakaran Hutan di Riau hingga Sumsel

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring datangnya musim kemarau yang diprediksi mulai April hingga Juni 2026. Ia menyebut kemarau tahun ini berpotensi lebih panjang dan lebih kering dibandingkan normalnya.

“Sehingga nantinya musim kemarau di Indonesia datangnya sedikit lebih cepat, sehingga dia lebih panjang dan dibanding dengan rerata klimatologisnya selama 30 tahun terakhir, dia lebih kering,” ucap Faisal di DPR, Senin (13/4).

“Nah ini tadi yang kita coba untuk meningkatkan kesiapsiagaan kita semua, kita mitigasi agar pemerintah ya semuanya siap untuk dapat menghindari atau mengurangi terjadinya kekeringan, kemudian Karhutla, menjaga swasembada pangan, untuk menjaga efektivitas operasi waduk dan lain sebagainya,” tambahnya.

Faisal menjelaskan, musim kemarau akan dimulai bertahap dari wilayah timur Indonesia sebelum meluas ke wilayah lain.

“Jadi berdasarkan prediksi kami bahwa musim kemarau itu akan datang di Indonesia mulai bulan April, Mei hingga Juni ya, nanti banyak yang datangnya di bulan Mei. Dimulai dari daerah timur Indonesia, Nusa Tenggara Barat—maaf, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, kemudian Pulau Jawa terutama pesisir, lalu Pulau Jawa yang di dataran tinggi hingga Sumatera bagian selatan,” ucap Faisal.

Ia menambahkan, pada semester kedua tahun ini Indonesia diperkirakan memasuki El Nino lemah hingga moderat yang akan memperkuat kondisi kemarau.

“Kemudian nantinya di semester kedua tahun ini, ya kira-kira bulan Juli, sekarang kondisinya masih netral ya, nanti kita akan memasuki El Nino lemah hingga moderat. Ini perlu dicatat ya, kami menggunakan istilah untuk menjelaskan tentang El Nino yang berlaku umum di seluruh dunia yaitu El Nino kita lemah hingga moderat yang dimulai semester dua tahun 2026 hingga berakhir nanti,” jelas Faisal.

“Sehingga nantinya puncak dari musim kemarau itu di bulan Agustus, ya dominan yang paling banyak daerah di Indonesia itu puncaknya di Agustus,” tambahnya.

Menurutnya, wilayah selatan khatulistiwa menjadi daerah yang paling berpotensi terdampak, termasuk peningkatan risiko karhutla di sejumlah provinsi.

“Ya, jadi tentunya yang paling banyak terpengaruh adalah utamanya kira-kira ya di bagian selatan Khatulistiwa. Bagian selatan Khatulistiwa. Jadi nanti untuk Karhutla sendiri ada enam provinsi yang paling terpengaruh mulai dari Riau, Jambi, Sumatera Selatan, kemudian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Selatan. Nah ini enam provinsi,” ujar Faisal.

Ia menegaskan, meski memasuki musim kemarau, hujan masih dapat terjadi di sejumlah wilayah, namun dengan intensitas lebih rendah.

“Jadi apakah musim kemarau akan ada hujan? Ya, hujan kemungkinan juga akan ada gitu, tapi tidak lebih dari 150 milimeter per bulan. Itu yang disebut dia dalam kondisi musim kemarau,” jelas Faisal.

Faisal juga menyebut hampir separuh zona musim di Indonesia diprediksi memasuki kemarau lebih cepat tahun ini.

“Tergantung daerahnya. Sebagian sudah masuk musim kemarau, sebagian baru memulai atau ada yang sedikit terlambat. Tapi secara umum hampir 50 persen dari zona musim di Indonesia itu memasuki kemarau lebih cepat ya, lebih cepat di bulan April kira-kira,” pungkas Faisal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
4.741 Kopdes Merah Putih Rampung, Pemerintah Siapkan Tahap Operasional
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Lille Pesta Gol 4-0 atas Toulouse, Calvin Verdonk Tampil Singkat sebagai Pemain Pengganti
• 18 jam lalupantau.com
thumb
DPC Ikadin Surabaya Gelar Halal Bihalal untuk Wujudkan Organisasi yang Solid dan Mempererat Tali Silaturahmi
• 3 jam lalurealita.co
thumb
Hakim Dalami Alasan Harga Chromebook Naik Turun Saat Pengadaan Era Nadiem Makarim
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Viral Video Kareena Kapoor Serobot Antrean di Bandara, Netizen Ngamuk
• 11 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.