Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 75,2 Kg Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi Jaringan Internasional

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Rasyidi

TVRINews, Banjarbaru

Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) kembali mencetak prestasi gemilang dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Bermula dari kawasan Kayu Tangi, Banjarmasin Utara, petugas berhasil menggagalkan peredaran barang haram dalam jumlah fantastis yang diduga kuat milik jaringan internasional.

Dalam rilis resmi yang digelar pada Senin, 13 April 2026, Polda Kalsel memamerkan barang bukti berupa 75,2 kilogram sabu dan lebih dari 76.000 butir pil ekstasi. Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol. Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, mengungkapkan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan intensif.

Dua pelaku yang baru saja diringkus di depan sebuah hotel di Sumatera teridentifikasi sebagai kurir dari jaringan gembong narkoba lintas negara, Fredy Pratama, yang hingga kini masih buron (DPO).

"Hari ini kita merilis barang bukti sabu seberat 75,2 kg dan ekstasi sebanyak 15.742 butir. Dari hasil pengungkapan ini, diketahui bahwa dua orang yang tertangkap terakhir merupakan kurir dari jaringan narkoba Fredy Pratama yang saat ini masih DPO," tegas Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan.

Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Dr. (HC) H. Supian HK, yang turut hadir dalam rilis tersebut memberikan apresiasi luar biasa atas kinerja Polda Kalsel. Berdasarkan kalkulasi kepolisian, penyitaan puluhan kilogram sabu ini setara dengan menyelamatkan sedikitnya 391.000 jiwa masyarakat Banua dari ancaman narkotika.

"Ini adalah prestasi luar biasa. Ratusan ribu orang bisa diselamatkan dengan diamankannya barang bukti ini. Saya mengimbau masyarakat dan para orang tua agar selalu waspada terhadap ancaman darurat narkoba yang mengintai anak-anak kita," ujar Supian HK.

Sebagai wujud transparansi dan komitmen pemberantasan narkoba, Polda Kalsel juga melakukan pemusnahan sampel barang bukti di lokasi rilis. Kapolda Kalsel bersama Ketua DPRD dan perwakilan Forkopimda Kalimantan Selatan secara simbolis memusnahkan barang haram tersebut dengan cara dihancurkan menggunakan blender.

Keberhasilan ini menjadi sinyal keras bagi para bandar dan pengedar bahwa tidak ada ruang bagi narkotika di wilayah Kalimantan Selatan. Polda Kalsel berkomitmen untuk terus mengejar sisa-sisa jaringan Fredy Pratama guna menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Plastik Meroket, Kemendag Cari Pemasok Bahan Baku dari India hingga Afrika
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
KPK Periksa Pengusaha Rokok Usai Temuan Dokumen di Kantor Ditjen Bea Cukai
• 55 menit laludetik.com
thumb
Turnamen Bridge Kota Malang Diikuti 46 Tim
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
ONIC Puncaki Klasemen MPL Indonesia Season 17 Usai Persaingan Ketat Pekan Ketiga
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Bareskrim Sebut “Ki Bedil” Terkenal di Kalangan Penjahat Jalanan
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.