Grid.id - Yai Mim meninggal dunia. Bagaimana kronologi kejadiannya menurut kepolisian?
Yai Mim meninggal dunia. Sang mantan dosen UIN Malang meninggal pada Senin (13/4/2026) siang.
Kabar tersebut diungkapkan oleh Humas Polresta Malang, Ipda Lukman Sobhirin. Melansir Kompas.com, Yai Mim meninggal dunia sekitar pukul 13.45 WIB.
Tahanan yang bernama lengkap Muhammad Imam Muslimin itu meninggal ketika ia sedang jalan dari rutan ke ruang pemeriksaan.
“Beliau sedang berjalan menuju ruang pemeriksaan dan akan diperiksa sebagai pelapor. Tiba-tiba lemas terus jatuh dalam kondisi duduk,” jelas Lukman.
Penyidik kemudian memanggil dokter untuk memeriksa Yai Mim. Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah kemudian dibawa ke RSSA Kota Malang untuk diautopsi.
Sosok dan Kontroversi Yai Mim
Yai Mim lahir di Blitar, Jawa Timur pada 11 Maret 1966. Melansir Tribunnews, ia pernah mengajar di UIN Malang di program pascasarjana Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Maulana Malik Ibrahim.
Yai Mim menempuh pendidikan di beberapa lembaga. Salah satunya ialah Pesantren Terpadu Al Kamal Kunir Wonodadi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Ia juga berkuliah di IAIN Sunan Ampel Surabaya dan lulus pada tahun 1991 lalu. Pada 17 September 2025, Yai Mim mengundurkan diri sebagai dosen usai ia terlibat dalam kasus dengan tetangganya, Nurul Sahara.
Perseteruan dimulai di kawasan Kavling Depag III Atas, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Melansir Tribun Jakarta, perseteruan bermula dari lahan parkir kendaraan usaha rental Sahara yang terletak di depan rumah Yai Mim.
Yai Mim mengaku terganggu. Ia pun mengaku sudah menghibahkan sebagian tanah miliknya untuk menjadi jalan bagi tetangga sekitar.
Bahkan, Yai Mim sempat nampak berguling-guling di tanah di depan rumahnya dalam video yang viral. Yai Mim kemudian dipanggil pihak UIN Malang dan diberhentikan sebagai dosen.
Yai Mim yang dianggap sering membuat resah warga sekitar kemudian menerima surat pengusiran dari ketua RT setempat. Kemudian, Sahara dan sang suami pun meninggalkan rumah di kawasan tersebut.
Pada 7 Oktober 2025, Yai Mim melaporkan dugaan penistaan agama dan persekusi di daerah tempatnya tinggal. Sedikitnya ada 15 warga dan suami Sahara yang dilaporkan.
Pada 23 Oktober 2025, Sahara melaporkan Yai Mim atas dugaan pelecehan seksual dan pornografi. Sahara mengungkapkan bahwa ia mengalami pelecehan verbal berulangkali.
Pada 7 Januari 2026, Yai Mim ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut. Salah satu barang bukti ialah video pribadi Yai Mim dan sang istri yang bermuatan pornografi. Yai Mim meninggal dunia setelah sebelumnya sempat ditahan. (*)
Artikel Asli




