Penulis: Nabila
TVRINews, Banjarmasin
Cuaca ekstrem yang terjadi saat ini menyebabkan terbatasnya aktivitas pelayaran kapal nelayan besar di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin. Surat Persetujuan Berlayar (SPB) tidak diterbitkan oleh otoritas terkait apabila kondisi cuaca diprediksi membahayakan keselamatan pelayaran.
Meski demikian, stok ikan laut di pelabuhan dipastikan tetap terjaga berkat penggunaan teknologi cold storage, sehingga kebutuhan masyarakat di Banjarmasin dan Kalimantan Selatan secara umum masih dapat terpenuhi. Kondisi tersebut membuat harga ikan per kilogram terpantau masih stabil. Saat ini, ikan peda berada di kisaran Rp33.000, ikan tenggiri Rp70.000, ikan teri Rp30.000 hingga Rp34.000, serta ikan bawal Rp33.000 hingga Rp37.000.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Perikanan Banjarmasin, Ahmad Jaki, menyebutkan bahwa kapasitas cold storage yang tersedia saat ini mencapai 335 ton.
“Stok ikan yang ada di pelabuhan perikanan ini cukup untuk melayani masyarakat sekitar, khususnya Kota Banjarmasin. Perkiraan stok ikan saat ini di cold storage berkisar sekitar 335 ton, sedangkan untuk ikan yang ada di pelabuhan perikanan Banjarmasin harga masih relatif stabil," ucap Ahmad Jaki saat ditemui pada Senin, 13 April 2026.
Sistem cold storage ini mampu menjaga kualitas hasil tangkapan laut sehingga ikan dapat disimpan selama enam hingga dua belas bulan tanpa mengurangi kandungan nutrisinya. Selain itu, penggunaan ikan yang telah dibekukan mempermudah proses distribusi karena memerlukan es yang lebih sedikit, yang pada akhirnya dapat menekan biaya pengiriman ke berbagai daerah di Kalimantan Selatan hingga ke luar provinsi.
Editor: Redaktur TVRINews





