Terkini, Makassar – Penggunaan kendaraan listrik (EV) di wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (Sulselrabar) menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat signifikan. Data PLN mencatat bahwa selama periode Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) tahun ini, transaksi di SPKLU meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan periode sebelumnya, bahkan melonjak hingga 200 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu
Merespons pertumbuhan signifikan ini, PLN UID Sulselrabar memperkuat komitmennya dengan merencanakan penambahan infrastruktur pengisian daya secara masif.
Ekspansi Infrastruktur di Jalur StrategisHingga saat ini, telah beroperasi sebanyak 66 unit SPKLU yang tersebar di 54 lokasi strategis di wilayah Sulselrabar
Namun, PLN tidak berhenti di situ. Untuk tahun 2026, PLN menargetkan penambahan sebanyak 46 unit atau titik baru, yang akan membuat jumlah infrastruktur pengisian daya meningkat hampir dua kali lipat
“Rencananya di tahun 2026 ini kita akan mengembangkan atau menambah jumlah unit sebanyak 46 SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum),” jelas Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Sulselrabar, Yuli Ashaniais Ramadhani saat berbincang dalam podcaster terkinidotid, 10 April 2026 lalu.
Kata dia, Penambahan ini difokuskan untuk memperkuat jalur-jalur utama, terutama jalur mudik Trans Sulawesi. Lokasi-lokasi seperti arah Palopo, Toraja, hingga Pasang Kayu di Sulawesi Barat, serta jalur selatan menuju Takalar, Jeneponto, dan Bulukumba kini sudah mulai ter-cover.
Bahkan, menurut dia saat ini hampir setiap kabupaten di wilayah kerja PLN Sulselrabar telah memiliki minimal satu titik SPKLU
Akselerasi Melalui Skema KemitraanSalah satu strategi kunci PLN dalam mempercepat penyebaran SPKLU adalah melalui kolaborasi dengan sektor swasta dan masyarakat. PLN menawarkan empat skema kemitraan bagi pengusaha yang tertarik melirik bisnis masa depan ini:
– Penyediaan lahan saja oleh mitra (PLN menyediakan mesin).
– Penyediaan mesin oleh mitra (PLN menyediakan lahan).
– Penyediaan lahan dan mesin sekaligus oleh mitra.
– Penyediaan seluruh infrastruktur oleh mitra, dengan PLN menyediakan sistem aplikasi
Beberapa mitra sudah mulai bergabung, seperti Transmall Makassar, Rumah Makan Losari, hingga kafe di Pare-pare
Catatan pentingnya, menurut Yuli, karena bersifat stasiun umum (SPKLU), fasilitas ini harus dapat diakses oleh masyarakat luas meskipun ditempatkan di lokasi bisnis milik mitra
Teknologi Canggih dan Kemudahan LayananUntuk memberikan kenyamanan bagi pengguna, PLN telah menyediakan berbagai variasi kecepatan pengisian daya, mulai dari medium charging, fast charging, hingga Ultra Fast Charging yang mampu mengisi daya kendaraan hingga penuh dalam waktu kurang dari 30 menit
Seluruh lokasi dan status operasional SPKLU dapat dipantau secara langsung melalui aplikasi PLN Mobile. Melalui aplikasi ini, pengguna EV bisa dengan mudah mencari titik pengisian terdekat saat melakukan perjalanan jauh
Diskon 50 Persen untuk Home ChargingSelain SPKLU, PLN juga mempermudah pengisian daya di rumah melalui produk Home Charging Services (HCS). Hingga saat ini, sudah ada sekitar 250 pelanggan di Sulselrabar yang menggunakan layanan ini.
PLN bahkan memberikan stimulus berupa diskon 50% untuk biaya pasang baru listrik khusus home charging, serta diskon tarif sebesar 30% bagi pengguna yang melakukan pengisian daya pada jam 22.00 hingga 05.00 pagi
Langkah masif ini merupakan bagian dari roadmap PLN untuk memastikan bahwa pengguna kendaraan listrik di Sulawesi tidak lagi merasa khawatir mengenai infrastruktur pendukung. Dengan efisiensi kendaraan listrik yang diklaim mencapai 50% hingga 70% lebih hemat dibanding kendaraan BBM, PLN optimis transisi menuju energi hijau akan semakin cepat di Indonesia Timur




