Trump Sebut Paus Leo Lemah, Jawaban Sang Paus Bikin Dunia Kaget

wartaekonomi.co.id
1 hari lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketegangan antara pemimpin agama dan politik dunia mencuat setelah Paus Leo XIV mendapat serangan langsung dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait sikapnya soal konflik Timur Tengah. Namun, respons yang diberikan justru menunjukkan sikap yang tak gentar.

Dalam pernyataannya kepada wartawan saat penerbangan dari Roma menuju Aljazair, Pope Leo XIV menegaskan dirinya tidak terintimidasi oleh kritik tersebut. Ia menekankan bahwa posisinya tetap berlandaskan pada nilai-nilai keimanan.

“Saya tak takut dengan pemerintahan Trump,” ujar Leo dikutip dari ANSA.

Ia menjelaskan bahwa sikapnya dalam menentang perang bukanlah keputusan politis, melainkan bentuk komitmen terhadap ajaran Injil. Baginya, suara moral harus tetap disampaikan, terutama ketika menyangkut konflik dan kemanusiaan.

Menurutnya, prinsip tersebut akan terus ia pegang tanpa kompromi. Ia bahkan memastikan akan tetap lantang menyuarakan penolakan terhadap perang, terlepas dari tekanan politik yang datang.

“Saya tak berniat berdebat dengannya,” kata Leo, merujuk pada Trump.

Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa ia tidak ingin membawa polemik ini ke ranah personal. Fokusnya tetap pada pesan perdamaian yang ingin disampaikan kepada dunia.

Sebelumnya, Trump melontarkan kritik keras melalui platform media sosial miliknya. Ia menyinggung sikap Paus yang dianggap terlalu lunak dalam menyikapi isu global, khususnya terkait Iran.

Trump menyatakan tidak menginginkan sosok Paus yang dinilainya memberi ruang bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir. Kritik tersebut disertai dengan pernyataan yang menyebut kepemimpinan Leo lemah dan kebijakan luar negerinya buruk.

Ia bahkan mengaitkan terpilihnya Leo sebagai Paus dengan latar belakang kebangsaannya. Menurut Trump, faktor tersebut dianggap menjadi alasan utama di balik terpilihnya pemimpin Gereja Katolik tersebut.

“Jika saya tak ada di Gedung Putih, Leo tak akan berada di Vatikan,” kata Trump.

Pernyataan itu langsung memicu perhatian publik karena dinilai mencampurkan pengaruh politik dalam urusan keagamaan. Di sisi lain, respons Paus yang tetap tenang memperlihatkan pendekatan berbeda dalam menghadapi tekanan.

Baca Juga: Pesan Perdamaian Paus Dibalas Trump: Jika Saya Tidak di Gedung Putih, Leo Tidak Akan Ada di Vatikan

Alih-alih membalas dengan serangan, Leo memilih menjaga sikap dan tetap konsisten dengan pesan damai yang ia bawa. Baginya, peran pemimpin spiritual bukan untuk berkonflik, melainkan menjaga nilai kemanusiaan.

Situasi ini mencerminkan benturan dua pendekatan yang berbeda: kekuatan politik yang konfrontatif dan kepemimpinan moral yang menekankan perdamaian. Perbedaan itulah yang kini menjadi sorotan dunia internasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemnaker dan TikTok kerja sama gelar pelatihan vokasi digital
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Pengakuan Mencengangkan Korban Pelecehan Seksual di FH UI, Kuasa Hukum: Pelaku Memiliki Jabatan di Kampus
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Perputaran Ekonomi BTN Jakim 2026 di Jakarta Diproyeksi Capai Rp 200 M, Pengguna Bale Ditargetkan Naik
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Pramono Lantik Sejumlah Pejabat Pemprov DKI Hari Ini, Ada Wali Kota yang Diganti
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Harga Nikel Melonjak ke Level Tertinggi 2 Bulan, Gara-Gara Indonesia!
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.