Jakarta, VIVA – Di masa ekonomi global tidak menentu, membuat banyak orang mulai waspada terhadap kondisi keuangan pribadi. Ancaman krisis, inflasi, hingga potensi resesi dapat berdampak langsung pada daya beli, pendapatan, bahkan stabilitas pekerjaan.
Dalam situasi seperti ini, kemampuan mengatur keuangan menjadi semakin penting untuk menjaga keamanan finansial Anda.
Tidak sedikit orang yang baru menyadari pentingnya perencanaan keuangan saat kondisi sudah mulai sulit. Padahal, langkah antisipasi seharusnya dilakukan sejak dini agar Anda memiliki “bantalan” ketika terjadi guncangan ekonomi.
Melansir dari Morgan Stanley, Selasa, 14 April 2026, berikut 10 tips mengatur keuangan di tengah ancaman krisis yang bisa Anda terapkan:
1. Buat anggaran keuangan yang realistis
Mulailah dengan mencatat seluruh pemasukan dan pengeluaran Anda. Pastikan anggaran yang dibuat sesuai kondisi nyata, bukan sekadar rencana ideal. Dengan begitu, Anda bisa mengontrol arus kas dan menghindari pemborosan.
2. Prioritaskan kebutuhan utama
Di tengah krisis, fokuskan pengeluaran pada kebutuhan pokok seperti makanan, tempat tinggal, dan transportasi. Kurangi belanja yang bersifat konsumtif atau hanya untuk gaya hidup.
3. Siapkan dana darurat
Dana darurat menjadi kunci bertahan saat terjadi penurunan pendapatan atau kondisi tak terduga. Idealnya, Anda memiliki tabungan yang cukup untuk kebutuhan hidup selama 3 sampai 6 bulan.
4. Kurangi utang, terutama yang berbunga tinggi
Utang bisa menjadi beban besar saat kondisi ekonomi memburuk. Prioritaskan pelunasan utang dengan bunga tinggi agar keuangan Anda lebih stabil dan tidak tertekan cicilan.
5. Pangkas pengeluaran tidak penting
Evaluasi kembali semua pengeluaran Anda, termasuk langganan bulanan, hiburan, atau kebiasaan belanja yang tidak perlu. Langkah kecil ini bisa memberikan dampak besar pada keuangan.
6. Perbanyak tabungan dan aset likuid
Pastikan Anda memiliki dana yang mudah diakses, seperti tabungan atau rekening darurat. Likuiditas penting agar Anda tidak perlu menjual aset saat kondisi pasar sedang tidak menguntungkan.
7. Tetap tenang dalam berinvestasi
Hindari keputusan emosional saat pasar bergejolak. Menjual investasi saat harga turun justru bisa menyebabkan kerugian. Sebaliknya, tetaplah fokus pada tujuan jangka panjang Anda.





