Pura-pura Jadi Lelaki, Wanita Lampung Nekat Terbang ke Sinjai untuk Lamar ABG! Tak Sanggup Uang Panai, Berakhir Pelecehan

harianfajar
22 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, SINJAI – Sebuah drama penyamaran yang menghebohkan jagat maya berakhir di tangan kepolisian. Santi (22), seorang wanita asal Lampung, nekat terbang jauh ke Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Dia menyamar sebagai lelaki demi melamar seorang gadis ABG berusia 13 tahun. Aksi nekat ini justru berujung pada kasus pelecehan seksual dan penganiayaan setelah tak sanggup penuhi uang panai.

Peristiwa yang terjadi di Kecamatan Sinjai Borong pada Selasa (7/4) ini mulai terungkap saat Santi, yang menggunakan nama samaran “Rifki”, tidak mampu menyanggupi permintaan uang panai atau mahar fantastis senilai Rp250 juta yang diajukan keluarga korban.

Aksi Nekat Saat Bermalam

Ketegangan memuncak ketika Santi dan rekan perempuannya, Sintia (15)—yang juga menyamar sebagai pria bernama Rei—meminta izin menginap di rumah korban karena dalih tidak memiliki kerabat di Sinjai. Di sanalah aksi keji tersebut terjadi.

“(Pelecehan seksual terjadi) pada saat dia (Santi) datang melamar dan bermalam di rumahnya korban,” ungkap Kasi Humas Polres Sinjai Iptu Agus Santoso kepada awak media, Senin (13/4/2026).

Saat korban hendak beristirahat, Santi secara brutal masuk ke kamar dan melakukan kekerasan fisik. “Tiba-tiba Santi alias Rifki masuk ke dalam kamar dan langsung menutupi kedua mata korban menggunakan jaket. Lalu membuka seluruh pakaian korban. Setelah itu mencekik korban sambil membenturkan kepala korban ke tembok sebanyak 3 kali,” tambah Agus merincikan laporan hasil interogasi.

Berawal di Media Sosial

Hubungan ini bermula dari perkenalan di aplikasi kencan pada Januari 2026. Santi yang lihai memalsukan identitas berhasil meyakinkan korban bahwa dirinya adalah seorang pria. Komunikasi intens tersebut kemudian berlanjut pada niat serius untuk melamar hingga Santi nekat menempuh perjalanan lintas pulau dari Lampung menuju Sinjai Borong.

Namun, kecurigaan mulai muncul saat proses lamaran berlangsung. Kepala Desa setempat, Abdul Rauf, menjelaskan bahwa penyamaran Santi dan rekannya akhirnya terbongkar setelah identitas asli mereka ditelusuri hingga ke keluarga di Lampung.

“Pas saya lihat, saya curiga (Santi dan Sintia merupakan perempuan). Saya telepon keluarganya di Lampung, ternyata kedua remaja ini perempuan. Saat saya interogasi, mereka mengaku kalau perempuan,” sebut Abdul Rauf.

Pelaku Kabur dan Berhasil Ditangkap

Setelah melakukan pelecehan yang membuat korban kesakitan, Santi dan Sintia sempat melarikan diri ke desa tetangga sebelum akhirnya ditemukan oleh aparat pemerintah desa dan warga yang melakukan pencarian.

Kini, kedua pelaku telah diamankan di Polres Sinjai untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi fokus mendalami dugaan tindak pidana pelecehan seksual sebagaimana laporan yang dilayangkan oleh keluarga korban.

“Hasil interogasi terhadap korban dan saksi diduga kuat telah terjadi tindak pidana pelecehan seksual yang dialami oleh korban,” tegas Iptu Agus Santoso.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat, terutama orang tua, untuk lebih waspada terhadap kenalan anak di media sosial agar terhindar dari modus penipuan identitas yang berujung pada tindak kriminal. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saham Undervalued, INTP Kembali Umumkan Buyback Rp750 Miliar
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini 14 April 2026 Terpantau Meroket Lagi, Sekarang Jadi Rp2.863.000 per Gram
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Manusia Silver di Jakpus Berulah: Paksa Minta Uang, Berujung Diciduk Satpol PP
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Jurnalis ESPN Ungkap Skenario FIFA Jika Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Cek Fakta Timnas Indonesia
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Korban Pelecehan 16 Mahasiswa FH UI 27 Orang: Mahasiswi dan Dosen
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.