NasDem Bilang Surya Paloh Tawarkan Political Bloc ke Gerindra, Bukan Merger

viva.co.id
23 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya mengatakan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh sejatinya menawarkan konsep political bloc (blok politik), alih-alih merger ataupun fusi dengan partai politik lainnya.

Pernyataan itu disampaikan Willy merespons isu Partai NasDem akan merger dengan Partai Gerindra.

Baca Juga :
Nasdem Belum Bahas Merger dengan Gerindra di Internal Partai
Kelakar Willy Aditya Nasdem Merger dengan Gerindra saat Rapat di DPR

"Apa yang ditawarkan oleh seorang Surya Paloh adalah political bloc. Blok politik, bukan merger," ucap dia ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip Selasa, 14 April 2025.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco menghadiri acara puncak peringatan harlah PKB ke-26 di JCC, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Juli 2024
Photo :
  • VIVA.co.id/Yeni Lestari

Dia mengatakan political bloc merupakan bagian dari rekayasa politik (political engineering) sebagai upaya mengadang kecenderungan hubungan partai politik dewasa ini yang transaksional.

"Kan selama ini transaksional banget, ya. Nah, kita membutuhkan sebuah political bloc yang solid dari atas sampai ke bawah, begitu. Pemahamannya jangan merger, dong," katanya.

Ia menyayangkan pihak yang memakai narasi merger. Menurut dia, istilah itu tidak tepat dipadukan dalam konteks politik.

Willy mengakui lanskap politik Indonesia pernah diwarnai fusi atau peleburan kepartaian, tetapi hal itu dilakukan atas dasar keputusan negara.

"Kita pernah punya tradisi fusi kepartaian, tapi itu di-drive (didorong) dari atas oleh kekuasaan. Penggabungan partai hanya dua: partai-partai Islam menjadi PPP, partai-partai nasionalis menjadi PDI," tutur dia.

Ia menilai pihak yang menggunakan narasi merger gagal membaca gagasan Surya Paloh yang menurut dia penuh dengan pertimbangan reflektif.

"Dia (pihak yang menggunakan narasi merger) harusnya menangkap Pak Surya itu orang yang berpikir out of the box (lain dari biasanya). Kan kita selama ini berpikir cuma sekretariat bersama, partai koalisi. Koalisi itu dalam proses kandidasi. Sementara di dalam government (pemerintahan), kita tidak mengenal koalisi," kata dia.

"Kita kan (menerapkan sistem) presidensial, pemerintahan koalisi itu dikenal di dalam parlementer," lanjut dia menjelaskan latar belakang gagasan blok politik itu.

Ia pun lebih lanjut mencontohkan penerapan blok politik di Indonesia.

"Golkar itu political bloc. Ingat dulu Undang-Undang yang lama, Undang-Undang partai politik dan golongan karya. Artinya, kita punya dua political bloc, ya. Satu, dulu Bung Karno ketika dia mengeluarkan dekrit itu namanya Front Nasional, yang bernama Nasakom itu. Yang kedua, golongan karya itu sebelumnya Sekber Golkar. Itu political bloc," ucap Willy.

Baca Juga :
Kata Nasdem soal Fusi dengan Gerindra
Zulhas Sebut PAN-Gerindra Koalisi Sepanjang Masa, Begini Respons Dasco
Sahroni Tegaskan NasDem Dukung RUU PPRT: Bismillah, Kita Sahkan Tahun Ini

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
FIFA Diklaim Pertimbangkan Play-off Tambahan Piala Dunia 2026 yang Diikuti 2 Negara Eropa-Asia, Peluang bagi Italia atau Timnas Indonesia?
• 17 jam lalubola.com
thumb
Rugikan Negara dan Industri, Penindakan Rokok Ilegal Harus Tegas
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemprov Kalteng dan Pemerintah Pusat Percepat Solusi Legalitas Penambang Rakyat
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Bedah Editorial MI - Serius Memutus Siklus Korupsi
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kabar Bahagia untuk Rizky Ridho, Pemain Timnas Indonesia itu Resmi menjadi Ayah
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.