3 Pilar Kerja Sama Pertahanan Utama RI-AS: Modernisasi Militer hingga Pelatihan

kumparan.com
20 jam lalu
Cover Berita

Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin meneken perjanjian penting dengan Menhan Amerika Serikat Pete Hegseth di Pentagon, Virginia, AS, pada Senin (13/4) waktu setempat.

Perjanjian ini berupa pembentukan Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama atau atau Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) antara kedua negara.

Kemitraan ini memiliki banyak aspek, mulai dari modernisasi militer hingga pendidikan profesional.

Rincian garis besar kerja sama ini tertuang dalam pernyataan bersama kedua menteri (joint statement) seperti dilansir di situs Kemhan AS. Berikut ini isi lengkapnya:

PERNYATAAN BERSAMA

TENTANG PEMBENTUKAN KEMITRAAN KERJA SAMA PERTAHANAN UTAMA AS-INDONESIA

Menteri Perang AS dan Menteri Pertahanan Indonesia mengumumkan pembentukan Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama (MDCP) antara Amerika Serikat dan Indonesia.

Pengumuman ini mencerminkan peran penting Indonesia dalam mempromosikan stabilitas regional dan menggarisbawahi kekuatan serta potensi hubungan pertahanan bilateral.

MDCP dimaksudkan untuk berfungsi sebagai kerangka kerja panduan guna memajukan kerja sama pertahanan bilateral.

Dengan pengumuman ini, kedua negara menegaskan kembali komitmen bersama mereka untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik.

MDCP menampilkan tiga pilar fundamental yang diimplementasikan berdasarkan rasa hormat bersama dan kedaulatan nasional:

(1) Modernisasi militer dan peningkatan kapasitas;

(2) Pelatihan dan pendidikan militer profesional; dan

(3) Latihan dan kerja sama operasional.

Di bawah kerangka MDCP, Amerika Serikat dan Indonesia akan menjajaki inisiatif mutakhir yang disepakati bersama, termasuk pengembangan bersama kemampuan asimetris canggih yang merintis teknologi pertahanan generasi berikutnya dalam ranah maritim, bawah permukaan, dan sistem otonom, serta bekerja sama dalam dukungan pemeliharaan, perbaikan, dan perombakan (overhaul) untuk meningkatkan kesiapan operasional.

Sebagai simbol dari peningkatan kemitraan ini, dan refleksi dari kepercayaan yang mendalam antara kedua negara, kedua pemimpin juga telah berkomitmen untuk meningkatkan pelatihan pasukan khusus gabungan.

Keterlibatan ini akan memajukan kepentingan keamanan bersama dan menempa ikatan yang lebih kuat serta lebih tangguh antara prajurit Amerika dan Indonesia melalui perluasan peluang dalam pendidikan militer profesional utama dan pembentukan ikatan alumni pertahanan.

Kemitraan ini merupakan representasi dari pengembangan berkelanjutan hubungan pertahanan bilateral AS-Indonesia, yang dibangun di atas kerja sama selama puluhan tahun.

Kedua negara saling mengakui satu sama lain sebagai mitra penting dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kerja sama berdasarkan rasa hormat bersama, kedaulatan, dan kepentingan bersama dalam perdamaian serta stabilitas regional.

Departemen Perang AS dan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menantikan untuk membangun kemitraan jangka panjang mereka dan berinvestasi dalam kerja sama yang lebih dalam di bawah kerangka MDCP.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tembok Pagar Pasar Besar Lantai Tiga Kembali Retak
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Dampak El Nino Godzilla di Indonesia: Potensi Naikkan Produksi Perikanan dan Ancaman Gagal Panen
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Cucun DPR Cek Program BSPS di Kabupaten Bandung, Soroti Kendala Keterbatasan Lahan
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Soal Kuota Wisatawan TN Komodo hanya 1.000 Orang per hari, Menhut: Sudah Diinisiasi Sejak Lama
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Tes Kepribadian: Gambar Hewan Pertama yang Dilihat Ungkap Ketakutan Tersembunyi Dirimu
• 9 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.