Menko Airlangga: Ekonomi RI Jauh dari Krisis 1998, Pertumbuhan Bisa Tembus 5,3%

bisnis.com
18 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengklaim kondisi ekonomi Indonesia tetap tanggung di tengah gejolak perang di Timur Tengah. Menurutnya, kondisi saat ini jauh dari krisis dan berbeda dari yang terjadi pada 1998 lalu. 

Pada media briefing bersama media internasional, Senin (13/4/2026), Airlangga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan yang tertinggi di antara negara-negara anggota Group of Twenty (G20), yang merupakan deretan negara dengan ekonomi terbesar. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 sebesar 5,11% (yoy) hanya dikalahkan oleh India.

Namun demikian, defisit fiskal atau APBN masih dapat ditahan di bawah 3% atau tepatnya 2,92% terhadap PDB. Menurut Airlangga, defisit ini tergolong rendah apabila dibandingkan dengan negara-negara G20 lainnya seperti India (4%), Prancis (4,4%) dan Amerika Serikat (6,3).

Airlangga memperkirakan ekonomi Indonesia tahun ini bisa tumbuh di atas 5,3%, dengan capaian kuartal I/2026 hingga 5,5%.  

"Jauh berbeda dengan situasi tahun 1998. Dari segi ekonomi makro, saya katakan pertumbuhan PDB adalah 5,11%, dan proyeksi tahun ini di atas 5,3%. Kuartal pertama tahun ini, kami optimis pertumbuhan Indonesia di kuartal pertama sekitar 5,5%," katanya dikutip dari siaran pers, Selasa (14/4/2026).

Adapun Dana Moneter Internasional (IMF) hingga Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global di kisaran 2,6% sampai 3,3%. Indonesia pada tahun ini diperkirakan bisa tumbuh sampai kisaran 5,3%.

Baca Juga

  • Airlangga Ungkap Pesan Prabowo: Jaga Rasio Utang di Level 40%, Defisit 3%
  • Prabowo Panggil Purbaya, Airlangga, hingga Dony Oskaria ke Istana
  • Airlangga: Kebijakan WFH hingga Efisiensi Mobilitas Berlaku 1 April

Menko Perekonomian sejak 2019 itu juga menyebut Indonesia termasuk salah satu negara dengan kemungkinan rendah terkena resesi. Menukil laporan Bloomberg, kemungkinan Indonesia terkena resesi hanya 5%.

Sementara itu, menurut laporan yang sama, peluang Brasil mengalami resesi menyentuh 15%, China 15%, Jepang 30% dan AS 30%.

Airlangga menjelaskan, ketahanan Indonesia ditopang oleh ekonomi domestik yang berkontribusi hingga 54% dari PDB. Hal ini didukung oleh ketahanan pangan dan energi.

Dari sisi pangan, dia menyebut swasembada beras telah dicapai sejak 2025 atau tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Produksi beras mencapai 34,7 juta ton dan stok Perum Bulog 4,6 juta ton per 8 April 2026 atau tertinggi dalam sejarah.

Sementara itu, dari sisi ketahanan energi, pemerintah akan menerapkan kebijakan B50, pengembangan energi surya, hingga peningkatan kapasitas kilang minyak.

APBN dalam hal ini berfungsi sebagai peredam guncangan untuk masyarakat. Berbagai bantuan sosial diberikan kepada masyarakat miskin, berkat peningkatan capaian penerimaan pajak. Sampai dengan Maret 2026, penerimaan pajak mencapai Rp462,7 triliun atau tumbuh 14,3% (yoy).

Alhasil defisit APBN juga diklaim masih terkendali. Berdasarkan pembukuan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), defisit APBN sudah mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93% terhadap PDB pada kuartal I/2026.

Pada sisi pembiayaan, Airlangga menyebut kepemilikan asing pada Surat Berharga Negara (SBN) hanya 12,% sehingga mengurangi kerentanan eksternal. Rasio utang pemerintah saat ini 40,46% terhadap PDB atau sebesar 9.637,9 triliun. Namun, sebagian besar pinjaman berasal dari dalam negeri. 

"Jika Anda melihat detail utang kami, sebagian besar berasal dari dalam negeri. Jadi, risiko guncangan eksternal terkendali," ujarnya.

Masih dari sisi eksternal, mantan Menteri Perindustrian itu juga menyebut cadangan devisa Indonesia masih sekitar US$148,2 miliar atau setara dengan enam bulan impor. 

Pada aspek kesejahteraan, Airlangga melaporkan bahwa tingkat kemiskinan terus berkurang hingga di bawah 10%. Saat ini, tingkat kemiskinan sebesar 8,25%. Tingkat kesenjangan atau rasio gini juga semakin menurun menjadi 0,363. Tingkat pengangguran pun berhasil ditekan ke 4,7%.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polres Jakut Minta Warga Laporkan Aksi Kejahatan
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tiga Negara Pasok Bahan Baku ke RI, Mendag Budi Ungkap Soal Penurunan Harga Plastik
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
Kuasai 80 Persen Pasar Dunia, Gambir Sumbar Akhirnya Punya Pabrik Pengolahan Sendiri
• 13 jam lalumatamata.com
thumb
Usut Kasus Bupati Fadia, KPK Periksa 7 ASN Pemkab Pekalongan
• 14 jam laludetik.com
thumb
KPK Sita 6 Barang Saat Periksa Faizal Assegaf, Termasuk Alat Elektronik
• 9 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.