Rupiah Terkoreksi, Dolar AS Tembus ke Rp17.110

tvrinews.com
23 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta 

Mengawali perdagangan Selasa di zona merah, rupiah melemah 0,09 persen melanjutkan tren negatif dari penutupan hari sebelumnya

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan Selasa, 14 April 2026. Berdasarkan data Refinitiv, mata uang Garuda mengawali perdagangan di zona merah dengan depresiasi sebesar 0,09 persen ke level Rp17.110 per dolar AS.

Pelemahan ini melanjutkan tren negatif dari hari sebelumnya, Senin, 13 April 2026, di mana rupiah ditutup terkoreksi tipis 0,06 persen di posisi Rp17.095 per dolar AS.

Meskipun rupiah tertekan, indeks dolar AS (DXY) terpantau bergerak stabil di level 98,348 pada pukul 09.00 WIB. Sebelumnya, DXY sempat terkoreksi 0,29 persen ke posisi 98,366.

Posisi dolar yang relatif lebih rendah ini sebenarnya memberikan sentimen positif dan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat dari dominasi greenback.

Langkah Strategis Bank Indonesia

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menyatakan bahwa bank sentral akan terus mengoptimalkan seluruh bauran kebijakan moneter. BI dipastikan akan tetap hadir di pasar secara terukur melalui berbagai instrumen.

"Secara terukur dan kontinu, BI akan masuk di market, baik itu spot, NDF (Non-Deliverable Forward), maupun DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward). Kami juga akan memperluas basis pelaku pasar untuk NDF di luar negeri," ujar Destry dikutip, Selasa, 14 April 2026.

Destry mengungkapkan, saat ini NDF di pasar luar negeri sudah melampaui level psikologis Rp17.100 per dolar AS, meski ia menyebut belum ada transaksi riil yang signifikan di level tersebut.

Pemantauan Global 24 Jam

Untuk mengawal pergerakan rupiah di tengah dinamika pasar global yang fluktuatif, BI kini memberlakukan mekanisme siaga 24 jam. Langkah ini dilakukan dengan memanfaatkan jaringan kantor perwakilan BI di berbagai pusat keuangan dunia agar intervensi dapat dilakukan sewaktu-waktu.

"BI siaga 24 jam. Misalnya dari jam pasar Singapura buka, kita sudah buka juga. Ketika kita tutup jam 3 sore, pasar Eropa masih berjalan. Begitu juga jam 9 malam saat pasar Amerika Serikat buka, kita tetap memantau melalui kantor perwakilan di London dan New York," tambah Destry.

BI berkomitmen untuk terus menjaga likuiditas di pasar domestik sambil memastikan langkah-langkah intervensi yang diambil tetap terukur demi mendukung stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan eksternal.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sekprov Sulsel Sebut Randis Jadi EV Terhambat Kondisi Fiskal
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Jadwal Final Four Proliga 2026 Seri Semarang: Megawati Cs di Ujung Penentuan, Big Match Penentu Tiket Final
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Foto: Protes Kebijakan AS Meluas, Demonstran Ditangkap di Jantung New York
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Bos Pengusaha Wanti-Wanti Efek Kenaikan Harga Plastik Bisa Makin Liar
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Titiek Soeharto Minta Penjelasan Menhut Soal Pembatasan Kuota Wisata Komodo
• 15 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.