Pemerintah mencatat capaian Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 4,72 juta ton atau menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan capaian ini merupakan hasil kerja keras lintas sektor dalam memperkuat stok pangan strategis nasional.
Capaian pasokan beras diproyeksikan segera menembus 5 juta ton dalam waktu dekat. “Ini kerja keras kita semua, terutama teman-teman Bulog. Mungkin ini capaian tertinggi sejak Bulog berdiri,” ungkap Amran melalui keterangan tertulis, dikutip pada Selasa (14/4).
Menurutnya, capaian CBP saat ini tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh tantangan, terutama di awal pemerintahan ketika keterbatasan anggaran menjadi hambatan.
“Dulu uangnya Bulog tidak ada. Kami sampaikan langsung ke Bapak Presiden, dan dalam hitungan menit langsung direspons. Kebutuhan Rp 16,6 triliun langsung direalisasikan,” ujar Amran
Amran mengungkapkan dukungan anggaran terus mengalir seiring meningkatnya kebutuhan untuk memperkuat stok pangan nasional. Setelah itu, pemerintah kembali mengalokasikan kebutuhan Rp 39 triliun untuk memastikan CBP berada pada level aman.
“Ini menyangkut hajat hidup 115 juta orang. Jadi penguatan CBP bukan pilihan, tapi keharusan,” tegas Amran.
Amran menekankan keberhasilan penguatan CBP tidak bisa dilepaskan dari kepemimpinan Presiden yang responsif serta soliditas antar kementerian, khususnya dukungan dari Kementerian Keuangan dalam memastikan ketersediaan anggaran.
Dengan capaian ini, Amran optimistis CBP akan menjadi fondasi kuat dalam menjaga stabilitas harga, mengantisipasi gejolak pasokan dan menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat Indonesia.
“Kelihatannya sederhana, tapi dampaknya dirasakan seluruh Indonesia. Ada 115 juta saudara kita yang hidup dari sektor ini,” tutur Amran.





