Pantau - Penyanyi pop Britney Spears dilaporkan bersedia menjalani rehabilitasi secara sukarela setelah ditangkap karena dugaan mengemudi dalam keadaan mabuk, dengan dukungan kuat dari kedua anaknya.
Informasi tersebut diungkap sumber kepada media hiburan People yang menyebut Sean Preston (20) dan Jayden James (19) berperan besar dalam mendorong keputusan tersebut.
"Putra-putranya berperan besar dalam membantunya masuk rehabilitasi. Mereka menjelaskan kepadanya, mereka hanya ingin dia sehat," ungkap sumber tersebut.
Dukungan Keluarga dan Tekanan Pasca PenangkapanBritney Spears disebut mengalami tekanan mental setelah penangkapan yang terjadi di Ventura, California, pada 4 Maret 2026 terkait dugaan mengemudi di bawah pengaruh alkohol dan obat-obatan.
"Dia sangat takut masuk penjara. Butuh waktu berminggu-minggu baginya untuk menyadari bahwa pergi ke rehabilitasi adalah pilihan terbaik," kata sumber itu.
Perwakilan Spears mengonfirmasi bahwa penyanyi tersebut telah masuk fasilitas rehabilitasi secara sukarela pada 12 April 2026, setelah sebelumnya dibebaskan sehari pasca penangkapan.
Harapan Pemulihan dan Sorotan PublikPerwakilan Spears menyebut insiden tersebut sebagai sesuatu yang "sangat disayangkan" dan "tidak dapat dibenarkan sepenuhnya."
"Britney akan mengambil langkah yang tepat dan mematuhi hukum, dan semoga ini bisa menjadi langkah pertama dalam perubahan yang sudah lama tertunda yang perlu terjadi dalam hidup Britney," demikian pernyataan perwakilannya.
Sejak berakhirnya masa perwalian pada November 2021, perilaku Spears di media sosial kerap menjadi sorotan publik dan memicu kekhawatiran penggemar terkait stabilitas kehidupannya.
Sumber People menilai sebelumnya terdapat sistem yang lebih terstruktur dalam kehidupan Spears selama masa perwalian yang membuat kondisinya lebih stabil.




