China Kritik Trump Blokade Selat Hormuz, Tak Menyelesaikan Masalah

viva.co.id
21 jam lalu
Cover Berita

VIVA – China menyebut langkah Amerika Serikat (AS) untuk memblokade kapal-kapal yang akan melewati Selat Hormuz setelah perundingan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan, tidak akan menyelesaikan masalah. 

"Akar penyebab gangguan di Selat Hormuz adalah konflik militer. Untuk menyelesaikan masalah ini, konflik harus dihentikan sesegera mungkin," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers di Beijing. 

Baca Juga :
Rupiah Turun ke 17.130 Usai Proyeksi ADB soal Ekonomi RI 2026 & Potensi Perang Panjang Iran-AS
Presiden Iran Kecam Serangan Trump ke Paus Leo dan Pelecehan Yesus

Diketahui, Komando Pusat (CENTCOM) AS mengatakan akan mulai memblokade jalur maritim tersebut pada Senin (13/4) pukul 14:00 waktu setempat atau pukul 10.00 Eastern Time (21.00 WIB), melaksanakan arahan Trump, setelah perundingan antara Washington dan Teheran gagal dicapai. 

Menurut pernyataan yang diunggah di platform media sosial X tersebut, blokade itu akan diberlakukan "secara tidak memihak" terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan area pesisir Iran, termasuk seluruh pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman, sesuai dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump. 

"Selat Hormuz adalah jalur perdagangan internasional yang penting untuk barang dan energi. Menjaga keamanan dan stabilitas wilayah tersebut serta memastikan jalur yang tidak terhalang melayani kepentingan bersama komunitas internasional," ujar Guo Jiakun. 

Ia meminta agar semua pihak perlu tetap tenang dan menahan diri dan China disebut akan terus memainkan peran konstruktif. 

Terkait dengan pembelian minyak dari negara lain, Guo Jiakun menyebut Tiongkok siap bekerja sama dengan negara manapun. 

"Kami siap bekerja sama dengan pihak lain untuk bersama-sama menjaga keamanan energi global dan menjaga rantai pasokan tetap stabil. Namun, untuk menyelesaikan masalah ini secara mendasar, yang perlu dilakukan pertama dan terutama adalah memulihkan perdamaian dan stabilitas di kawasan Teluk dan Timur Tengah," ungkap Guo Jiakun. 

Presiden AS Donald Trump sebelumnya memberikan peringatan bahwa kapal-kapal Iran akan 'dimusnahkan' jika mereka mendekati wilayah yang diblokade oleh AS di Selat Hormuz. 

"Peringatan: Jika ada kapal (Iran) yang mendekati BLOKADE kami, mereka akan segera DIELIMINASI, menggunakan sistem pembunuhan yang sama yang kami gunakan terhadap pengedar narkoba di kapal-kapal yang berada di laut," tulis Trump di Truth Social. 

Baca Juga :
IHSG Dibuka Menghijau, Bursa Asia-Pasifik Lesu Imbas Ancaman AS Blokade Selat Hormuz
Wapres AS Sebut Iran Lakukan 'Terorisme Ekonomi' di Selat Hormuz
Gila Perang! Netanyahu Kompori AS, Berharap Gencatan Senjata dengan Iran Segera Berakhir

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Antusias Tinggi, Promotor Resmi Tambah Hari untuk Konser EXO di Jakarta
• 14 jam lalucumicumi.com
thumb
Eksklusif! Miljan Radovic Buka-Bukaan Insiden Percobaan Pemukulan yang Dialami saat Melatih Persib pada 2019
• 2 jam lalubola.com
thumb
Top 3 News: Setelah Dibersihkan, Ikan Sapu-Sapu di Kali Cideng Sekitar Bundaran HI Masih Terlihat
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Pendeta Jhon Bicara Pidato JK: Beliau Arsitek Perdamaian, Tak Singgung Agama
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Bitcoin Menguat ke USD74.000, Sentimen Iran dan Data AS Jadi Penggerak
• 11 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.