EtIndonesia. Festival Tahun Baru Buddha yang dikenal sebagai Festival Songkran (festival percikan air) berlangsung setiap tahun pada 13–15 April, dan merupakan salah satu perayaan terpenting di Thailand. Ini juga merupakan momen bagi masyarakat untuk pulang kampung dan berwisata.
Namun, menurut Pusat Operasi Keselamatan Jalan Raya (RSOC), hanya dalam sehari pada tanggal 11 April, sebanyak 50 orang tewas akibat kecelakaan lalu lintas, dengan penyebab utama adalah kecepatan berlebih dan mengemudi dalam keadaan mabuk.
Tahun ini, dua hari menjelang Songkran bertepatan dengan akhir pekan, sehingga libur dimulai sejak 11 April dan berlangsung selama total 5 hari.
Menurut laporan media Thailand, RSOC pada 12 April menyatakan bahwa pada hari pertama libur panjang Songkran (11 April), terjadi 50 korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas, serta 185 orang terluka. Jika ditambah dengan satu hari sebelum libur, maka secara nasional telah terjadi 344 kecelakaan, yang menyebabkan total 71 orang meninggal dan 317 orang terluka.
Pihak pusat menyatakan bahwa kecepatan berlebih dan mengemudi dalam kondisi mabuk masih menjadi penyebab utama kecelakaan.
Data menunjukkan bahwa kecepatan berlebih menyumbang 45,71% kasus, sementara mengemudi dalam keadaan mabuk mencapai 24,76%.
Libur Tahun Baru Masehi dan Festival Songkran di Thailand sering disebut oleh media setempat sebagai “7 hari berbahaya”.
Pada libur Tahun Baru awal tahun ini yang berlangsung selama 4 hari, terjadi ratusan kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan 171 orang meninggal dan 956 orang terluka, dengan penyebab utama juga adalah mabuk dan kecepatan berlebih.
Untuk itu, pemerintah biasanya memperkuat kampanye keselamatan lalu lintas selama periode “7 hari berbahaya”.
Sumber : NTDTV.com





