Pelaksanaan WFH ASN Pekan Pertama Berjalan Lancar, Pemerintah Tetap Lakukan Evaluasi

kompas.com
19 jam lalu
Cover Berita

KOMPAS.com - Pelaksanaan kebijakan fleksibilitas tempat bekerja dengan skema work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada pekan pertama menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Pemerintah menilai implementasi kebijakan ini berjalan lancar.  

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyampaikan bahwa secara umum penerapan WFH di instansi pemerintah pusat telah berjalan sesuai kebijakan. 

“Sejauh ini, catatan kami menunjukkan gambaran yang cukup menggembirakan. Implementasi di instansi pemerintah pusat berjalan kondusif dan mampu mempertahankan kinerja. Hal ini juga merupakan bagian dari pengalaman yang telah kami lakukan sepanjang pandemi Covid-19 lalu,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (14/4/2026).

Rini menambahkan, kementerian dan lembaga telah cepat dan mampu beradaptasi dengan pola kerja berbasis karakteristik tugas kedinasan serta pencapaian kinerja yang berorientasi pada output dan outcome.

Baca juga: Menteri PANRB Siapkan Evaluasi Kinerja ASN Usai Kebijakan WFH Tiap Jumat

“Ini bukan pengurangan jam kerja, melainkan bentuk transformasi cara kerja agar lebih cerdas, efisien, adaptif, dan responsif. Target kinerja ASN tidak berubah, yang berubah adalah bagaimana mereka bekerja,” tegasnya.

Rini menekankan bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan kebijakan ini. Berdasarkan pemantauan melalui survei kepuasan masyarakat dan kanal pengaduan di setiap instansi, layanan esensial tetap berjalan normal.

“(Hal) yang menjadi prioritas utama kami dan ini tidak bisa ditawar adalah pelayanan publik tetap berjalan dengan baik. Layanan esensial dan yang berdampak langsung kepada masyarakat tetap berjalan dan tidak berhenti, termasuk bagi kelompok rentan,” jelas Rini.

Meski demikian, pemerintah mencatat sejumlah hal yang masih perlu diperbaiki, antara lain kesiapan infrastruktur digital yang belum merata di setiap instansi, serta proses penyesuaian dalam pemetaan jenis pekerjaan yang dapat dilakukan secara fleksibel maupun yang harus tetap dilaksanakan secara tatap muka.

Baca juga: Merger MORA-MyRepublic, Analis: Penguatan Infrastruktur Digital Nasional

“Memang ada variasi kesiapan infrastruktur digital antarinstansi, dan beberapa masih dalam proses menyesuaikan pembagian tugas. Ini terus kami pantau dan sempurnakan,” kata Rini.

Terkait pelaksanaan di daerah, koordinasi terus dilakukan dengan pemerintah daerah (pemda) sesuai kewenangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang memiliki panduan teknis tersendiri bagi ASN daerah.

Lebih lanjut, Rini menegaskan bahwa evaluasi dalam satu pekan belum cukup untuk menarik kesimpulan secara menyeluruh. Evaluasi kebijakan ini akan dilakukan secara berkala setiap dua bulan, dengan evaluasi pertama dijadwalkan pada Juni 2026.

“Setiap instansi wajib melaporkan capaian kinerja organisasi, kinerja ASN, efisiensi energi, dan kualitas pelayanan publik. Dari situ, kami akan menjadikannya sebagai basis data yang kuat untuk melakukan langkah-langkah penyesuaian jika diperlukan,” ungkap Rini.

Baca juga: Kinerja ASN Jateng Tetap Dipantau Selama WFH, Layanan Vital Ngantor seperti Biasa

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia pun menyampaikan optimisme terhadap keberhasilan kebijakan fleksibilitas tempat bekerja dengan menekankan pentingnya pengawalan secara berkelanjutan.

“Intinya, kami optimistis, namun tetap waspada. Transformasi budaya kerja birokrasi adalah proses, bukan peristiwa sekali jadi. Kami akan terus mengawal agar tujuan transformasi tata kelola, efisiensi energi, dan pelestarian lingkungan dapat tercapai dalam jangka panjang,” tutur Rini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri PPPA Kecam Dugaan Pelecehan Seksual di FHUI, Desak Pihak Kampus Sanksi Tegas Pelaku
• 47 menit lalukompas.tv
thumb
Shell Indonesia Tunjuk Andri Pratiwa Jadi Bos Baru
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Habiburokhman Sebut Polri Tak Alergi Keterbukaan, Pelanggaran Selalu Ditindak
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Indonesia Punya Perwakilan “Mitra Pemimpin Global” di Bidang Koding dan Kecerdasan Artifisial
• 14 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Bertemu Menhan AS, Menteri Sjafrie Umumkan Kemitraan Pertahanan Utama
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.