Purbaya Menkeu Sebut Investor AS Ragukan Kondisi Fiskal Indonesia

suarasurabaya.net
18 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut, investor asal Amerika Serikat memiliki keraguan soal kondisi fiskal di Indonesia. Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) mengaku, dirinya bertemu dan menjelaskan kondisi fundamental makro ekonomi serta strategi fiskal RI kepada sejumlah investor raksasa AS.

Langkah ini dilakukan Menteri Keuangan untuk meyakinkan sejumlah investor potensial, dengan mengadakan sejumlah pertemuan di New York dan Washington DC, Amerika Serikat.

“Pada dasarnya kita jelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, jadi mereka yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar,” ujar Purbaya Menkeu di Peninsula Hotel New York.

Purbaya menganggap informasi soal kondisi ekonomi Indonesia perlu diluruskan, sehingga keraguan investor bisa diredam.

“Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan ke mereka untuk memastikan keraguan mereka terhadap Indonesia bisa di clear-kan,” kata Purbaya pada keterangan tertulisnya, Selasa (14/4/2026).

Menkeu mengeklaim investor asal AS tidak ragu dengan kebijakan fundamental makro yang telah dirancang. Namun, mereka ingin memastikan kondisi terkini, khususnya soal kenyamanan
berinvestasi.

“Jadi mereka (investor) tidak ragu, cuma mereka dengar ada noise, bahwa fiskal kita bermasalah, mereka memastikan bahwa itu tidak benar,” ujarnya.

Purbaya mengeklaim, penjelasan soal kondisi dan strategi ekonomi Indonesia ke depan sudah diterima oleh para investor di Amerika Serikat.

“Kita jelaskan kebijakan fundamental kita seperti apa dan karena mereka orang pintar, mereka bisa menerima dengan sepenuh hati apa yang kita jelaskan sudah sesuai dengan teori-teori ekonomi,” tambah Purbaya.

Sebelumnya, pemerintah menegaskan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama tahun 2026 tetap terjaga kuat dan stabil di tengah dinamika global. Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menjelaskan, hal itu didukung fundamental ekonomi domestik yang kuat, terutama dari sisi konsumsi rumah tangga.

“Pemerintah masih melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama masih baik, masih bisa mencapai, tadi Menteri Keuangan juga menyampaikan, lebih besar sama dengan 5,5 persen,” jelasnya.

Dari sisi fiskal, penerimaan pajak hingga akhir kuartal pertama meningkat.

“Dari Menteri Keuangan tadi disampaikan sampai dengan Maret, kenaikan penerimaan pajak sebesar 14,3 persen atau Rp462,7 (triliun) dan manufaktur juga ekspansif,” pungkasnya.(lea/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Blokade Selat Hormuz, Amerika Serikat Remehkan Kapal Cepat Iran: Bukan Ancaman
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Biaya Penerbangan Haji Naik Rp 1,77 Triliun, Menhaj Minta Restu DPR
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Heboh Informasi Pendaftaran Pangkalan LPG Berbayar, Pertamina Tegaskan Hoaks
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
RI Mulai Bangun Pabrik Logam Tanah Jarang Bulan Depan, Ini Bocorannya
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pakistan Kirimkan Pasukan dan Jet Tempur ke Arab Saudi di Tengah Ketegangan Teluk
• 15 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.