BRIN ungkap tiga spesies baru Homalomena endemik Sumatera

antaranews.com
19 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama tim dari Herbarium Bandungense, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH ITB) berhasil mengungkap tiga spesies baru tumbuhan aroid dari genus Homalomena yang berasal dari Sumatera.

Ketiga spesies yang ditemukan oleh Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN Muhammad Rifqi Hariri bersama Arifin Surya Dwipa Irsyam itu diberi nama ilmiah Homalomena pachyderma A.S.D.Irsyam & M.R.Hariri, Homalomena pulopadangensis A.S.D.Irsyam & M.R.Hariri, dan Homalomena uncinata A.S.D.Irsyam & M.R.Hariri yang dipublikasikan dalam jurnal internasional Telopea Volume 30 tahun 2026.

Peneliti BRIN Muhammad Rifqi Hariri dalam keterangan di Jakarta, Selasa, menyebutkan spesimen tanaman tersebut ditemukan melalui perdagangan tanaman hias yang tersebar di media sosial oleh kolektor dan pehobi menunjukkan ciri morfologi yang tidak biasa dan belum teridentifikasi.

"Platform digital kini menjadi salah satu pintu masuk awal untuk mengenali potensi spesies baru, terutama dari tanaman hias yang beredar di kalangan kolektor," katanya.

Baca juga: BRIN temukan spesies tanaman lidah kucing baru endemik Sumatera Utara

Rifqi menjelaskan ketiga spesies yang ditemukan memiliki karakter morfologi yang khas dan berbeda dari spesies Homalomena lainnya di Sumatera.

Homalomena pachyderma A.S.D.Irsyam & M.R.Hariri yang diungkap oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama tim dari Herbarium Bandungense, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH ITB). ANTARA/HO-BRIN Homalomena pachyderma memiliki daun tebal dengan permukaan atas daun ber-papila, Homalomena pulopadangensis dicirikan oleh bentuk daun sempit dengan genicula yang lebih tebal dan staminodia claviform, sementara Homalomena uncinata memiliki rambut berbentuk kait yang unik di permukaan atas daunnya.

Perbedaan ini, lanjut Rifqi, menjadi dasar utama dalam penetapan statusnya sebagai spesies baru. Penelitian juga menunjukkan bahwa ketiga spesies tersebut berasal dari wilayah Sumatera Utara dan diduga memiliki sebaran terbatas, sehingga berpotensi bersifat endemik.

Spesimen yang diteliti sebagian besar berasal dari tanaman hasil budidaya yang dikoleksi dari alam dan kemudian dipelihara di pembibitan sebelum dikaji lebih lanjut. Uniknya, spesimen Homalomena uncinata telah beredar hingga ke Jepang sejak sembilan tahun yang lalu meskipun alur perolehan dan legalitasnya belum jelas.

Temuan ini menegaskan bahwa koleksi tanaman di pembibitan serta keterlibatan komunitas pehobi memiliki kontribusi penting dalam mengungkap keanekaragaman hayati yang belum terdokumentasi.

Baca juga: Peneliti BRIN ungkap khasiat ramuan Madura untuk kesehatan perempuan

Selain itu, hasil penelitian ini semakin memperkuat posisi Sumatera sebagai salah satu pusat keanekaragaman genus Homalomena di kawasan Asia Tenggara.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal internasional Telopea Volume 30, halaman 35–42 (2026) dengan judul "Taxonomic contributions to the genus Homalomena (Araceae) in Western Malesia: three new species from Sumatera discovered through the ornamental plant trade." Artikel ilmiah dapat diakses melalui tautan: https://doi.org/10.7751/telopea21461.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rumah Bersih Tanpa Ribet, Dyson Hadirkan Solusi Cerdas untuk Perempuan Urban
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Bos Pengusaha Ungkap Produktivitas Pekerja RI Kalah dari Kenaikan Upah
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tampang 16 Mahasiswa FH UI Terduga Pelaku Pelecehan Seksual, Ada Sosok Penyebar Chat
• 19 jam laludisway.id
thumb
BYD Salip Honda di Peringkat Merek Mobil Terlaris Maret 2026
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Ungkap Pengeboran Minyak Ilegal di Jateng, 3 Orang Ditangkap
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.