Bocoran Peluang Cuan Bisnis Paylater 2026 dari Akulaku

bisnis.com
18 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Akulaku Finance Indonesia menilai ada dua faktor utama yang membuat pembiayaan buy now pay later (BNPL) bisa tumbuh solid dan berkelanjutan pada 2026.

Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Slangor berujar faktor pertama adalah meningkatnya adopsi layanan keuangan digital yang membuat akses terhadap pembiayaan menjadi lebih mudah dan inklusif, khususnya bagi segmen underserved.

“Kedua, adanya peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap solusi pembayaran yang fleksibel dan instan, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun konsumsi gaya hidup,” katanya kepada Bisnis, dikutip pada Selasa (14/4/2026).

Melihat dua faktor itu, dia menegaskan  BNPL akan tetap menjadi produk pembiayaan inti Akulaku Finance, yang  didukung tidak hanya oleh pertumbuhan jumlah pengguna, tetapi juga oleh tingginya tingkat penggunaan berulang (repeat usage) dan frekuensi transaksi. 

Dukungan tersebut, kata Perry, mencerminkan bahwa BNPL semakin terintegrasi dalam kebutuhan finansial sehari-hari masyarakat.

“Selain itu, ekspansi ekosistem merchant, baik online maupun offline, serta peningkatan literasi keuangan digital turut mendorong pertumbuhan ini,” tuturnya.

Baca Juga

  • Akulaku Targetkan Pembiayaan Baru Rp8,2 Triliun pada 2026
  • Pendapatan Akulaku Finance Tumbuh, Laba Naik Jadi Rp100,02 Miliar pada 2025

Meski demikian, dia turut menyoroti seiring pertumbuhan BNPL yang pesat, profil risiko dalam industri menjadi semakin kompleks, sehingga memerlukan pengelolaan yang tepat.

“Jadi, selain risiko kualitas pembiayaan dan potensi nasabah over-leveraging, risiko utama lainnya mencakup risiko fraud, multiple borrowing antar platform, serta dinamika regulasi yang terus berkembang,” bebernya.

Untuk menghadapi tantangan itu, Akulaku Finance terus memperkuat kerangka manajemen risiko melalui pendekatan berbasis teknologi. Hal ini mencakup pengembangan model credit scoring, pemanfaatan data alternatif, serta pemantauan perilaku pengguna secara real-time.

“Di sisi lain, AFI juga mendorong praktik pembiayaan yang bertanggung jawab melalui penerapan limit yang prudent serta edukasi aktif kepada pengguna terkait penggunaan BNPL secara bijak,” tegas Perry.

Lebih lanjut, Perry pun memastikan bahwa ekspansi pembiayaan didukung oleh proses underwriting yang disiplin serta pengambilan keputusan berbasis data. Kemudian, menerapkan segmentasi risiko yang granular untuk menyesuaikan limit kredit dan penawaran produk sesuai dengan profil risiko masing-masing pengguna.

Tidak sampai di situ, Akulaku Finance juga melakukan pemantauan berkelanjutan terhadap kinerja portofolio dan metric collection, untuk merespons secara agile terhadap dinamika pasar sehingga pertumbuhan tetap berkelanjutan tanpa mengesampingkan kualitas pembiayaan.

Lebih jauh, perusahaan menilai prospek BNPL pada 2026 masih akan tetap positif, tetapi pertumbuhan diperkirakan akan lebih moderat seiring dengan semakin matangnya industri.

“Dengan fokus yang lebih besar pada kualitas pembiayaan, profitabilitas, dan keberlanjutan jangka panjang. AFI akan terus mengedepankan pertumbuhan yang disiplin dan bertanggung jawab, yang didukung oleh praktik manajemen risiko yang kuat,” pungkas Perry.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Riefky Tekankan Kolaborasi Industri untuk Perkuat Komersialisasi IP Lokal
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Mensos Gus Ipul Dorong Tasikmalaya Percepat Bangun Sekolah Rakyat Permanen
• 17 jam laludetik.com
thumb
Monit x bluCorporate Card: Solusi Perusahaan Kontrol Transaksi Keuangan
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Cyrus Network: Mayoritas Masyarakat Dukung Program MBG, Tapi Ingin Tata Kelolanya Diperbaiki
• 13 jam laludisway.id
thumb
Putuskan Gugat Cerai Suami, Clara Shinta: Saya Mantap Berpisah
• 5 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.