JAKARTA, DISWAY.ID — Mayoritas masyarakat mendukung program MBergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas pemerintah dengan sejumlah catatan.
Publik menginginkan keberlanjutan dari program ini juga harus disertai dengan perbaikan implementasi dan tata Kelola.
BACA JUGA:Langkah KPK Tindak Korupsi Cukai Rokok Ilegal Diapresiasi
Temuan ini disampaikan dalam pemaparan hasil survei Cyrus Network yang dilakukan secara daring dari Jakarta pada Selasa, 14 April 2026.
“Sebanyak 65,4% masyarakat mendukung Makan Bergizi Gratis, artinya 2 dari 3 rakyat Indonesia masih memberikan harapan program ini. Namun 45,6% masyarakat menginginkan perbaikan dalam implementasi. Jumlah ini cukup besar, hampir 70% dari pendukung MBG menginginkan perbaikan.” jelas Peneliti Utama Cyrus Network, Syahril Ilhami.
Ilhami juga menjelaskan, terdapat 3 alasan utama dari dukungan publik terhadap MBG; yaitu MBG dinilai membantu pemenuhan gizi masyarakat (31,5%), mengurangi beban ekonomi keluarga (28,4%), serta mendukung kesehatan anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui (23%).
BACA JUGA:74,1% Masyarakat Puas Kinerja Prabowo-Gibran, Survei Sebut MBG Jadi Faktor Utama
“Artinya 3 alasan dukungan ini menjadi manfaat MBG yang sudah nyata dirasakan oleh masyarakat. Ada alasan lain, seperti mendorong pemerataan kesejahteraan (6,8%), memiliki dampak jangka panjang bagi generasi muda (4,3%), serta mendukung UMKM dan petani lokal (4,1%), semuanya masih dalam persentase yang kecil.” jelasnya.
Sedangkan bentuk perbaikan implementasi dari keberlanjutan MBG, lanjut Ilhami, dapat terbaca dari alasan publik yang saat ini tidak mendukung program tersebut. Alasan tersebut diantaranya pelaksanaan MBG yang dinilai kurang baik (30,1%), kualitas makanan yang diragukan (22,3%), tidak tepat sasaran (11,7%). “Ini bisa menjadi saran masukan kedepan untuk Badan Gizi Nasional sebagai penyelenggara MBG.” tutur Ilhami.
Kendati ada saran perbaikan, survei juga menemukan bahwa Makan Bergizi Gratis sudah dirasakan manfaatnya secara luas dan menjadi menjadi pengetahuan umum di tengah masyarakat.
BACA JUGA:74,1% Masyarakat Puas Kinerja Prabowo-Gibran, Survei Sebut MBG Jadi Faktor Utama
“Tingkat pengetahuan dari MBG sudah mencapai 98,6%. Dimana 61,6% publik mengaku keluarganya menjadi penerima manfaat langsung MBG, dan 11,3% mengaku menjadi penerima manfaat tidak langsung. Sepertinya bekerja di dapur, dan ikut sebagai pemasok bahan pangan. Ini jumlah yang sangat besar, artinya program ini sudah secara masif ada dan dirasakan oleh masyarakat.” jelas Ilhami.
Cyrus Network juga memotret perubahan dukungan untuk program Makan Bergizi Gratis. Dari total responden yang mendukung program MBG (65,4%), sebanyak 51,2% menyatakan telah mendukung sejak awal, sementara 17,2% mengaku tingkat dukungannya meningkat sejak program ini diluncurkan. Di sisi lain, terdapat 30,9% responden yang menyatakan dukungannya menurun.
Survei yang dilakukan Cyrus Network ini melibatkan 1.260 responden yang tersebar di 126 desa/kelurahan di 38 provinsi di Indonesia pada periode 1-5 April 2026.
Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka, responden merupakan WNI berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan (significant level) 95% dan margin of error ±2,82%.





