Presiden Amerika Serikat, Donald Trump buka suara terkait dengan unggahan kontroversial yang menampilkan dirinya sebagai figur mirip Yesus. Hal itu diketahui mengundang kecaman dari berbagai pihak.
Trump mengunggah post terkait pada Minggu. Dalam gambar bergaya lukisan tersebut, ia terlihat mengenakan jubah putih, memegang bola bercahaya, dan menyentuh kepala seorang pria seperti sedang menyembuhkan.
Baca Juga: Blokade Selat Hormuz, Amerika Serikat Remehkan Kapal Cepat Iran: Bukan Ancaman
Latar belakang menampilkan elemen simbolik seperti kembang api, jet tempur, elang hingga Patung Liberty. Visual ini memicu interpretasi bahwa Trump digambarkan sebagai figur ilahi. Unggahan tersebut akhirnya dihapus pada Senin.
Namun postingan itu terlanjur viral dan mengundang kecaman dari berbagai pihak. Ia dituduh secara sengah telah melakukan penistaan agama. Namun hal itu sendiri dibantah oleh Trump. Ia membantah bahwa gambar tersebut memiliki makna religius.
“Saya kira itu gambaran saya sebagai dokter dan ada hubungannya dengan Palang Merah. Seharusnya itu menggambarkan saya sebagai dokter yang membuat orang sembuh. Dan saya memang membuat orang sembuh,” katanya.
Ia juga mengaku baru mengetahui kontroversi yang muncul setelah unggahan tersebut ramai diperbincangkan. Penghapusan cepat ini dinilai tidak biasa, mengingat sang presiden kerap mempertahankan unggahan kontroversial dalam media sosialnya.
Dalam banyak kasus sebelumnya, ia juga sering menghindari tanggung jawab langsung atas konten yang diunggah. Salah satu kasus sebelumnya terjadi pada Februari. Ia membagikan video bernuansa rasial yang kemudian dihapus setelah beberapa jam. Gedung Putih saat itu menyebut unggahan tersebut dilakukan oleh staf, sementara sang presiden tidak menyampaikan permintaan maaf.
Adapun unggahan terbarunya ini mendapat kecaman dari berbagai pihak. Profesor Sejarah Seni University of Michigan, Brendan McMahon menyoroti bagaimana gambar tersebut menggambarkan sang presiden bermandikan cahaya terang yang digunakan untuk menandakan keilahian dalam banyak karya seni religius selama berbagai abad. Cahaya juga terpancar dari tangan Trump.
"Ini meminjam dari tradisi panjang citra dalam agama sebagai penyembuh. Dari segi gaya, tampaknya ini mengarah pada realisme sosial periode antarperang di Amerika Serikat," kata McMahon.
Adapun Dewan Penasihat Pemuda Komite Nasional Partai Republik Amerika Serikat, Brilyn Hollyhand menilai bahwa sang presiden telah melakukan penistaan agama. Ia menurutnya tidak menghormati ajaran dari Kristen.
“Ini adalah penghujatan yang sangat besar. Iman bukanlah alat peraga. Trump tidak perlu menggambarkan dirinya sebagai penyelamat ketika rekam jejaknya seharusnya berbicara sendiri," katanya.
Eks Atlet Renang, Riley Gaines mengatakan hal serupa dengan mengatakan bahwa dirinya tidak mengerti kenapa sang presiden memposting hal tersebut.
Baca Juga: Trump Dinilai Sudah Nistakan Agama: Kecam Paus Leo Hingga Posting Gambar Dirinya Bagai Tuhan
“Apakah dia benar-benar berpikir seperti ini? Bagaimanapun, dua hal ini benar. 1) sedikit kerendahan hati akan sangat bermanfaat baginya 2) Tuhan tidak dapat diperolok-olok," ungkapnya.





