Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Direktorat Jenderal Imigrasi menghadirkan berbagai kemudahan layanan bagi atlet asing guna mendukung penguatan ekosistem olahraga nasional.
Kebijakan ini diperkuat melalui sinergi bersama Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia dalam pengawasan sekaligus edukasi pemain asing yang berkompetisi di Indonesian Basketball League (IBL).
Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari peran imigrasi sebagai fasilitator pertumbuhan sektor potensial, termasuk olahraga.
(Foto: Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko (tengah) (TVRINews/HO-Direktorat Jenderal Imigrasi))
"Kami akan membentuk tim khusus yang menangani sektor olahraga, sehingga para atlet akan lebih mudah dalam proses administrasi," ujar Hendarsam dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Selasa, 14 April 2026.
Ia menjelaskan, tim khusus tersebut akan melibatkan lintas direktorat teknis, baik dari sektor layanan maupun pengawasan. Dengan demikian, kemudahan yang diberikan tetap diimbangi dengan fungsi pengawasan yang optimal.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah optimalisasi layanan Sport Visa, yakni visa kunjungan khusus bagi atlet dan ofisial untuk kegiatan olahraga nonkomersial. Visa ini terdiri dari indeks C8A untuk atlet, C8B untuk ofisial, serta indeks D8 untuk kebutuhan multiple entry.
Permohonan visa dapat dilakukan secara daring melalui sistem e-visa dengan persyaratan yang relatif sederhana, seperti paspor, foto terbaru, surat undangan, jaminan penjamin, dan rekening koran.
Kemudian Hendarsam mengungkapkan, tren penggunaan visa olahraga menunjukkan peningkatan signifikan. Sepanjang 2025, Imigrasi telah menerbitkan 6.388 visa olahraga. Sementara pada periode 1 Januari hingga 31 Maret 2026, tercatat 866 visa telah diterbitkan.
Untuk menunjang kenyamanan atlet, Imigrasi juga menyediakan fasilitas jalur khusus (fast track) dan konter pemeriksaan dokumen di bandara, serta pemanfaatan teknologi autogate guna mempercepat proses kedatangan dan keberangkatan.
Selain itu, tersedia layanan penerbitan visa secara kolektif serta percepatan proses visa berdasarkan permohonan penyelenggara kegiatan olahraga.
Sepanjang 2023 hingga 2026, Direktorat Jenderal Imigrasi juga telah mendukung berbagai ajang olahraga internasional di Indonesia, seperti Formula E Jakarta, MotoGP Mandalika, hingga Piala Dunia U-17.
Ke depan, dukungan ini akan terus diperkuat seiring rencana Indonesia menjadi tuan rumah sejumlah agenda internasional, di antaranya FIBA U-17 Asia Cup dan FIBA U-19 World Cup.
"Ekosistem olahraga yang berkembang akan membawa citra positif Indonesia ke dunia. Kami berupaya menghadirkan pelayanan yang adaptif tanpa mengabaikan pengawasan demi memperkuat industri olahraga nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi," ucapnya.
Editor: Redaksi TVRINews





