Shell mengangkat Andri Pratiwa sebagai Presiden Direktur dan Country Chair Shell Indonesia, menggantikan Ingrid Siburian. Pengangkatan efektif mulai 1 Mei 2026.
Selain penugasan tersebut, Andri akan tetap menjalankan posisinya saat ini sebagai General Manager Lubricants Indonesia.
Transisi kepemimpinan ini dilakukan seiring dengan fokus Shell untuk terus mengembangkan bisnis pelumas di Indonesia serta melanjutkan proses yang telah diumumkan sebelumnya terkait pengalihan bisnis SPBU Shell di Indonesia kepada perusahaan patungan Citadel Pacific Limited dan Sefas Group.
“Shell Indonesia tengah memasuki tahap baru dengan berbagai peluang, dan saya berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya untuk memimpin perusahaan dalam upaya pertumbuhan sekaligus terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia," kata Andri dalam keterangan resmi, Selasa (14/4).
Menurut Andri, Shell akan terus berinvestasi dalam bisnis pelumas, termasuk Pabrik Manufaktur Gemuk atau Grease yang melengkapi fasilitas Pabrik Pelumas Shell di Marunda. Dia juga menantikan kerja sama yang erat dengan para mitra, pemerintah, pelanggan, serta masyarakat untuk mewujudkan aspirasi Shell dan menciptakan nilai jangka panjang secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ingrid Siburian akan melanjutkan perannya sebagai General Manager Mobility dan tetap menjalankan kepemimpinan yang penting selama periode ini, dengan fokus pada keberlangsungan operasional bisnis serta memastikan transisi yang berjalan dengan lancar dan sukses.
Shell menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ingrid atas kepemimpinan dan kontribusinya di Indonesia, termasuk dalam memimpin Shell Indonesia melalui periode transformasi ini.





