Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Pembangunan Daerah Riau Kepri Syariah (perseroda) alias BRK Syariah mencatatkan pertumbuhan pendapatan dari penyaluran dana sepanjang 2025 seiring dengan peningkatan aktivitas pembiayaan. Kinerja tersebut turut menopang kenaikan aset perseroan pada periode yang sama.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan perusahaan yang dikutip Selasa (14/4/2026), pendapatan dari penyaluran dana BRK Syariah tercatat sebesar Rp2,49 triliun pada 2025, meningkat dibandingkan Rp2,33 triliun pada 2024.
Sejalan dengan peningkatan pendapatan tersebut, bagi hasil non profit sharing yang disalurkan bank juga mengalami kenaikan menjadi Rp983,29 miliar pada 2025, dari posisi Rp926,71 miliar pada tahun sebelumnya.
Dari sisi operasional, BRK Syariah membukukan laba operasional sebesar Rp399,03 miliar pada periode ini. Capaian tersebut ditambah pendapatan penyaluran dana membuat laba komprehensif tahun berjalan menjadi Rp321,23 miliar.
Adapun dari total laba komprehensif tersebut, sebesar Rp276,43 miliar diatribusikan kepada pemilik entitas.
Sementara itu, posisi aset BRK Syariah juga menunjukkan tren peningkatan. Hingga akhir 2025, total aset bank tercatat sebesar Rp31,1 triliun, naik dibandingkan posisi 2024 sebesar Rp30,85 triliun.
Kenaikan aset tersebut seiring ekspansi bisnis pembiayaan yang tetap terjaga di tengah dinamika industri perbankan syariah.





