Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Kolaborasi internasional ini fokus pada pengembangan SDM dan kecerdasan buatan demi memperkuat daya saing global
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat langkah transformasi sektor manufaktur nasional menuju era Industri 4.0. Langkah strategis ini dilakukan melalui penguatan integrasi teknologi digital dan kolaborasi internasional guna meningkatkan daya saing industri nasional di kancah global.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan industri dalam negeri sebagai pemain utama dalam rantai pasok dunia yang cerdas dan terkoneksi.
“Digitalisasi dan penerapan industri 4.0 merupakan kunci dalam mewujudkan sektor manufaktur yang cerdas, berkelanjutan, dan tangguh. Hal ini akan meningkatkan produktivitas serta memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global,” ujar Menperin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, 14 April 2026.
Kolaborasi Strategis Indonesia-Tiongkok
Sebagai langkah konkret, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin menjalin aliansi strategis dengan dua mitra asal Tiongkok, yakni Irootech Technology Co. Ltd. dan Machinery Industry Education Development Center (MIEDC).
Kolaborasi ini ditandai dengan peluncuran "Aliansi Kerja Sama Internasional untuk Pengembangan Talenta Digitalisasi Industri dan Kecerdasan Buatan".
Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, menjelaskan bahwa pesatnya revolusi industri 4.0 menuntut kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang adaptif dan inovatif.
“Kemenperin terus melakukan kolaborasi strategis lintas negara, khususnya dalam pengembangan SDM dan penempatan tenaga kerja di bidang industri 4.0,” kata Doddy.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI), Wulan Aprilianti Permatasari, menambahkan bahwa aliansi ini bertujuan membangun platform kolaborasi internasional untuk memperdalam integrasi antara dunia industri dan pendidikan.
“Saat ini member aliansi telah berisi pendidikan dan industri di Indonesia dan Tiongkok. Tentunya kita berharap di masa yang akan datang juga akan lebih banyak pendidikan dan industri yang terlibat aktif dalam mengembangkan aktivitas dalam aliansi,” ungkap Wulan.
Implementasi Nyata dan Peluang Kompetisi Global
Sementara itu, Vice President Irootech Technology Co. Ltd., Ye Fei, menyatakan kerja sama ini juga mencakup rencana penyelenggaraan kompetisi keterampilan vokasi. Hal ini dilakukan untuk menyiapkan talenta digital Indonesia bersaing di ajang internasional seperti WorldSkills Competition.
"Kami juga berharap dapat bersama-sama menjajaki penyelenggaraan kompetisi keterampilan vokasi dan pertukaran talenta untuk WorldSkills Competition di bidang industri digital guna mendorong pengembangan talenta digital industri di Indonesia," tuturnya.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan (MoU) yang ditandatangani pada 16 September 2025 lalu terkait pengembangan, pelatihan, hingga penempatan tenaga kerja di bidang kecerdasan buatan (AI).
Pendaftaran JARVIS 2026 Dibuka
Sebagai bagian dari upaya pencetakan SDM unggul, BPSDMI Kemenperin saat ini menaungi 13 unit pendidikan tinggi vokasi dan 9 sekolah menengah kejuruan (SMK).
Kemenperin mengundang generasi muda untuk bergabung menjadi insan industri melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama 2026. Masyarakat yang berminat dapat mengakses informasi pendaftaran melalui tautan resmi: jarvis.kemenperin.go.id.
Editor: Redaksi TVRINews





