Bisnis.com, JAKARTA — Lonjakan harga emas dalam dua tahun terakhir bukan hanya mengerek nilai investasi masyarakat, tetapi juga mendorong pergeseran pola menabung rumah tangga ke instrumen yang lebih fleksibel.
Di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpastian global, emas kian dilirik bukan sekadar pelindung nilai, melainkan juga jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan besar seperti ibadah hingga dana darurat.
Siti Mukholifah menjadi salah satu contoh. Perempuan 62 tahun yang akrab disapa Ipah itu mulai menabung emas digital melalui Pegadaian sejak 2024. Saat itu, harga emas masih sekitar Rp1,3 juta per gram.
Dua tahun berselang, tabungannya melonjak seiring harga emas yang kini mendekati Rp2,8 juta per gram. Kenaikan itu menjadi bekal penting baginya untuk berangkat umrah pada Februari 2026.
“Kalau saya nabung uang mungkin nilainya masih sama, kalau emas kan naik turun,” katanya.
Cerita serupa datang dari Sinta Diahrum Santi. Sejak 2025, ibu rumah tangga berusia 35 tahun itu rutin membeli emas, tetapi memilih perhiasan agar bisa sekaligus dipakai.
Baca Juga
- Pilih Emas atau Perak? Simak Tren Harganya Saat Ekonomi Tak Pasti
- Tips Pilih Emas Perhiasan atau Batangan jelang Lebaran, Mana yang Lebih Efisien?
- Tips Investasi Emas Jangka Pendek agar Tetap Untung
Saat mulai membeli, harga emas berada di kisaran Rp1,5 juta per gram. Kurang dari setahun, harga melonjak menembus Rp2 juta per gram.
Di pasar per 14 April 2026, harga emas perhiasan berkadar 16–19 karat berkisar Rp1,6 juta—Rp2 juta per gram. Berdasarkan laman Rajaemas, harga perhiasan 24 karat mencapai Rp2,48 juta per gram, sedangkan kadar 5 karat sekitar Rp465.000 per gram. Di Lakuemas, emas perhiasan dibanderol Rp2,6 juta per gram.
“Waktu itu mau beli dan nabung emas batangan atau digital belum tahu caranya. Kalau emas batangan kan nggak bisa dipakai, tapi kalau kalung bisa,” ujarnya.
Fenomena Ipah dan Sinta mencerminkan tren yang lebih luas. Survei Jakpat menunjukkan perhiasan menjadi instrumen investasi paling diminati masyarakat, mengungguli reksa dana, kripto, saham, dan deposito.
Perubahan preferensi ini tidak lepas dari reli harga emas yang konsisten dalam tiga tahun terakhir. Data Pegadaian menunjukkan harga emas yang masih di kisaran Rp1 juta per gram pada 2023 kini telah melonjak hingga menembus Rp2,9 juta per gram pada awal 2026.
Di pasar global, reli serupa juga terjadi. Harga emas dunia bahkan sempat mencetak rekor pada 2025 dengan menembus US$3.800 per ons, atau melonjak sekitar 45% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sejak 2020 hingga September 2025, harga emas global telah naik lebih dari dua kali lipat, dari US$1.773 per ons menjadi di atas US$3.000 per ons. Tren itu memperkuat persepsi emas sebagai aset aman di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik.
Kondisi tersebut membuat emas makin terjangkau bagi investor ritel. Kini, produk emas tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 0,001 gram hingga 100 gram, termasuk dalam bentuk digital.
Perencana keuangan Ahmad Gozali menilai emas kembali menjadi pilihan utama masyarakat karena dinilai lebih tahan terhadap gejolak dibandingkan instrumen agresif.
“Saat kondisi global tidak stabil, emas cenderung menjadi pilihan karena risikonya relatif lebih rendah dibanding instrumen agresif,” ujarnya.
Meski begitu, dia mengingatkan masyarakat agar memahami perbedaan antara emas sebagai investasi dan emas sebagai konsumsi.
Menurutnya, emas perhiasan pada dasarnya merupakan aset konsumtif yang tetap memiliki nilai simpan. Namun, dari sisi finansial, instrumen ini kurang efisien dibandingkan emas batangan karena selisih harga beli dan jualnya lebih lebar akibat ongkos pembuatan dan desain.
Artinya, potensi keuntungan dari perhiasan baru akan terasa jika disimpan dalam jangka panjang. Di sisi lain, Gozali menilai pilihan masyarakat terhadap emas fisik tetap rasional, terutama bagi mereka yang merasa lebih aman memegang aset secara langsung.
Dalam kondisi pasokan emas batangan terbatas atau akses ke emas digital belum merata, emas perhiasan berkadar tinggi bisa menjadi alternatif yang paling realistis.
“Kalau ingin pegang fisik karena merasa lebih aman, maka bisa pilih emas perhiasan dengan kadar setinggi mungkin,” tandasnya.




