EtIndonesia. Komando Pusat Amerika Serikat pada Sabtu lalu (11 April) mengumumkan bahwa dua kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat telah melintasi Selat Hormuz pada hari tersebut. Presiden AS, Donald Trump, mengungkapkan bahwa kedua kapal itu dapat melintas dengan aman berkat penggunaan teknologi canggih yang “luar biasa”, yang mampu menetralisir musuh yang mencoba menyerang dalam waktu 3 menit.
“Kemarin kami mengirim dua kapal perusak yang sangat canggih, indah, dan baru, langsung melewati tengah (Selat Hormuz), dan tidak ada yang berani melakukan tindakan terhadap kami,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News pada 12 April.
Ia menjelaskan alasan mengapa kapal-kapal tersebut tidak diserang saat melintas di selat itu.
“Karena kami melacak kembali sumber senjata tersebut. Kami melakukan pelacakan balik, lalu menghancurkan pihak di sana (pihak musuh). Bahkan, itu dilakukan dalam waktu 3 menit. Teknologi ini benar-benar luar biasa,” katanya.
Dalam pernyataan sebelumnya, Komando Pusat AS menyebut bahwa militer AS pada hari itu juga memulai misi pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Dua kapal perusak tersebut melintasi selat dan beroperasi di Teluk Arab sebagai bagian dari misi yang lebih luas untuk memastikan jalur tersebut bersih dari ranjau yang sebelumnya dipasang oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Sementara itu, media Iran melaporkan bahwa angkatan laut IRGC menyatakan setiap kapal perang yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap melanggar perjanjian gencatan senjata dan akan “ditanggapi dengan tegas dan kuat.”
Presiden Trump pada 12 April juga menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki angkatan laut paling kuat di dunia. Ia mengatakan bahwa siapa pun dari pihak Iran yang mencoba menembaki Angkatan Laut AS maupun kapal sipil akan menghadapi serangan balasan yang sangat keras.
Sumber : NTDTV.com





