EtIndonesia. Propaganda anti-Amerika yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok selama puluhan tahun terhadap masyarakat umum disebut telah mempengaruhi pola pikir banyak anak-anak yang masih polos. Baru-baru ini, sebuah video yang memperlihatkan seorang anak laki-laki di pedesaan mengajukan pertanyaan kepada seorang wisatawan Amerika kembali membuat publik melihat sejauh mana absurditas tersebut.
Seorang influencer Tionghoa terkenal di platform X, “Gongzi Shen”, membagikan video tersebut. Dalam video terlihat sekelompok anak-anak mengelilingi seorang wisatawan asal Amerika di dekat sebuah sekolah di daerah pegunungan, sambil ramai mengajukan pertanyaan.
Wisatawan Amerika itu dengan heran berkata: “Di sini mereka bertanya apakah orang Amerika makan manusia?”
An American tourist in rural China was asked by a group of local boys whether Americans eat people. They even mixed up Epstein with Einstein. It’s a striking example of how many Chinese have been influenced by pervasive anti-American rhetoric circulating on Chinese social media. pic.twitter.com/Jkt7GtO01g
— Terence Shen (@Terenceshen) April 12, 2026Seorang anak menjawab: “Mereka bilang kalian ada yang makan manusia.”
Ia kemudian menjelaskan kepada anak-anak itu: “Tidak benar, itu tidak benar.”
Dengan ekspresi tak berdaya, wisatawan itu mengatakan:
“Mereka bertanya apakah saya makan daging manusia?”
“Di Amerika, kami mengatakan orang Tiongkok makan daging anjing dan kucing, tapi di sini anak-anak diajarkan bahwa orang Amerika makan manusia.”
Ia kemudian menjelaskan lagi: “Saya sama seperti kalian, makan makanan yang sama.”
Salah satu anak bahkan menambahkan: “Bukankah ada orang bernama Epstein? Bukankah dia makan manusia?” “Bukankah ada Pulau Lolita?”
Dari video tersebut terlihat bahwa anak-anak itu tidak memiliki niat buruk, melainkan hanya menyampaikan informasi yang mereka dengar, seolah-olah sedang menanyakan sesuatu yang misterius. Sementara itu, wisatawan Amerika tersebut terus menunjukkan senyum canggung.
Lokasi video memperlihatkan latar belakang pegunungan dengan sebuah bangunan yang tampak seperti sekolah tiga lantai di dekatnya.
Disebutkan bahwa PKT telah lama menjalankan propaganda ideologis anti-Amerika dan anti-Jepang, bahkan menyasar anak-anak.
Dalam beberapa tahun terakhir, di internet juga sering muncul video yang menunjukkan anak-anak di Tiongkok menerima apa yang disebut sebagai “pendidikan merah”.
Sekelompok anak berusia empat atau lima tahun dipaksa mengenakan tanda di punggung mereka yang bertuliskan “paket bom.” (Tangkapan layar dari video)Di sebuah taman kanak-kanak di Xinmi, Zhengzhou, Provinsi Henan, sekelompok anak berusia 4–5 tahun diminta mengenakan papan bertuliskan “paket bahan peledak” di punggung mereka, mensimulasikan “pahlawan bom bunuh diri” di medan perang.
Selain itu, selama peringatan Hari Nasional Tiongkok, beberapa taman kanak-kanak di berbagai daerah memberikan tugas kerajinan tangan kepada anak-anak, di mana banyak orang tua dan anak membuat “paket bahan peledak” yang dipasangi bendera nasional.
Dalam sebuah kegiatan yang disebut “pendidikan patriotik orang tua dan anak” di sebuah taman kanak-kanak di Jiangxi, pernah terlihat seorang anak laki-laki memegang pistol kayu dan berkata: “Saya akan membawa senjata untuk melawan orang Jepang.”
Sumber : NTDTV.com





